Hippindo Yakin Pebisnis Ritel Akan Leluasa Ekspansi Seiring Berakhirnya PPKM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyambut baik dihentikannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah. Hal ini dinilai akan membuat industri ritel lebih bergairah pada 2023.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menyampaikan, berakhirnya kebijakan PPKM menandakan bahwa penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah semakin membaik dan masyarakat sudah jauh lebih paham terhadap protokol kesehatan. 

Meski tidak dijelaskan secara rinci, Hippindo memprediksi jumlah kunjungan masyarakat ke gerai-gerai ritel dan pusat perbelanjaan akan meningkat signifikan selepas PPKM ditiadakan.


Baca Juga: Status Masih Pandemi, Kasus Covid-19 Dikhawatirkan Naik Pasca Pencabutan PPKM

“Tahun 2023 bisnis ritel diyakini akan semakin baik, ditambah banyak turis yang memilih berwisata di dalam negeri sehingga mereka akan berbelanja di toko-toko ritel domestik,” ungkap dia, Minggu (1/1).

Budihardjo menambahkan, dalam rangka menyambut era kenormalan baru usai berakhirnya PPKM, para pelaku usaha ritel yang menjadi anggota Hippindo bakal menyiapkan beragam program promosi dan diskon pada Januari 2023.

Bulan Januari dianggap menjadi waktu yang tepat bagi para peritel gencar promosi. Selain masih ada euforia tahun baru dan berakhirnya PPKM, di pertengahan bulan nanti akan ada libur Tahun Baru Imlek.

Berakhirnya PPKM juga membuka peluang bagi para peritel untuk lebih agresif dalam ekspansi menambah gerai baru pada 2023, baik gerai di dalam pusat perbelanjaan maupun gerai standalone atau mandiri. 

“Dalam 2—3 tahun terakhir, sudah mulai ramai pembukaan gerai standalone yang berada di luar pusat perbelanjaan,” imbuh Budihardjo.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Mencabut PPKM Mulai Jumat (30/12)

Beberapa peritel restoran, fesyen, dan lain sebagainya juga diperkirakan akan lebih berani membuka gerai baru di kota-kota kecil. Hal ini memanfaatkan potensi pariwisata daerah yang tumbuh masif seiring banyaknya jumlah wisatawan domestik.

Tak ketinggalan, Hippindo juga menilai penghentian PPKM juga akan memicu sejumlah peritel untuk membuka kembali gerainya di pusat perbelanjaan, setelah sebelumnya tutup selama masa pandemi. Peritel demikian kemungkinan sempat mengalami penurunan kinerja dan tidak mampu menanggung beban operasional ketika PPKM berlangsung.

“Ada peluang bagi peritel tersebut untuk kembali membuka gerainya, tapi ini balik lagi kepada keputusan manajemen perusahaan yang bersangkutan,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .