KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tak akan jebol meski harga rata-rata minyak dunia mencapai US$ 100 per barel hingga akhir tahun. Ia membeberkan, apabila harga minyak dunia mencapai rata-rata US$ 100 per barel, maka defisit APBN tahun ini hanya akan mencapai 2,9% dari PDB, atau tak melebihi 3% dari PDB. Sementara itu, defisit APBN tahun ini ditargetkan 2,68% dari PDB. “Dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun, dan ditambah dengan efisiensi lain, pemotongan dan penghematan di sana-sini, kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2,9% dari PDB,” tutur Purbaya dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).
Hitungan Purbaya: Rata-Rata Harga Minyak US$ 100/barel, Defisit APBN Masih 2,9% PDB
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tak akan jebol meski harga rata-rata minyak dunia mencapai US$ 100 per barel hingga akhir tahun. Ia membeberkan, apabila harga minyak dunia mencapai rata-rata US$ 100 per barel, maka defisit APBN tahun ini hanya akan mencapai 2,9% dari PDB, atau tak melebihi 3% dari PDB. Sementara itu, defisit APBN tahun ini ditargetkan 2,68% dari PDB. “Dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun, dan ditambah dengan efisiensi lain, pemotongan dan penghematan di sana-sini, kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2,9% dari PDB,” tutur Purbaya dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).
TAG: