HK Metals akan gunakan seluruh dana IPO untuk modal kerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai perusahaan yang memproduksi bahan baku lembar baja ringan, PT HK Metals Utama Tbk, akan terus menggenjot kinerja.  Salah satunya dengan menjual saham perdana di bursa saham yang akan mendatangkan dana segar demi memuluskan rencana bisnis.

Direktur Utama HK Metals Utama Ngasidjo Achmad mengaku, sudah 20 tahun merintis usaha hingga perusahaan siap menggelar initial public offering (IPO) saat ini.

Penawaran saham ditujukan untuk mengembangkan usahanya. Karena saat ini perusahaan tengah gencar-gencarnya meningkatkan produksi.


"Sampai hari ini, untuk ekspor kami sudah ke Belanda. Dan dari pihak importir, meminta ekspor ke Amerika, Italia bahkan diminta sampai Dubai. Maka dari itu, investasi terbaik hari ini," ujar Ngasidjo di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (20/9).

Ngasidjo juga menyebut, untuk mengembangkan usaha, seluruh dana IPO digunakan untuk modal kerja. Dan penggunaannya, sebesar Rp 90 miliar akan digunakan untuk penyertaan modal kepada entitas anak dan sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perusahaan. Perusahaan akan memperoleh dana IPO yang berkisar Rp 278,66 miliar sampai Rp 337,33 miliar.

Sekadar informasi, HK Metals berencana melepas sebanyak-banyaknya 1,46 miliar saham 40% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Targetnya, perusahaan IPO pada 9 Oktober 2018. Harga yang ditawarkan Rp 190 - Rp 230 per saham.

Dari laporan kinerja pada Maret 2018, PT HK Metals Utama Tbk mencatat peningkatan pendapatan usaha. Pada Maret 2017 capai Rp 95,76 miliar, naik 130,37% dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 230,37 miliar. Laba bersih yang diperoleh perseroan pada Maret 2017 sebesar Rp 5,019 juta. Capaian ini naik 304,74% pada Maret 2018 sebesar Rp 20,314 juta.

"Peningkatan pendapatan dan laba tak lepas dari penjualan aluminium, coil dan pengembangan anak usaha kami yaitu PT Handal Aluminium Sukses (HAS)," ujar Pratama Girindra, Direktur PT HK Metals Utama Tbk.

Perusahaan menargetkan pendapatan di tahun ini bisa mencapai Rp 935 miliar, tumbuh 88% dibandingkan dengan penjualan di tahun lalu. Sementara untuk laba bersih bisa berjumlah sebesar Rp 82 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia