HKI dan SMF Teken Perjanjian Perkuat Hubungan Indonesia Singapura di Kawasan Industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Singapore Manufacturing Federation (SMF) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan MoU dilakukan pada Jumat (30/1/2026) dalam rangkaian Manufacturing Day Summit di Singapura.

MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana, dan President Singapore Manufacturing Federation, Lennon Tan. Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenprin) Indonesia, Faisol Riza.

Akhmad Ma’ruf mengungkapkan bahwa kerja sama ini akan membuka akses lebih luas bagi perusahaan Singapura untuk memanfaatkan potensi kawasan industri Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor. Kemitraan ini menjadi jembatan strategis untuk menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan pengembangan talenta industri. 


Baca Juga: XLSmart (EXCL) Luncurkan XL Ultra 5G+ di Puluhan Kota dan Kabupaten di Indonesia

"HKI siap memfasilitasi perusahaan Singapura untuk tumbuh bersama di kawasan industri Indonesia yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing global,” kata Ma'ruf melalui keterangan tertulis yang disampaikan pada Jumat (30/1/2026).

Melalui kemitraan ini, kedua organisasi akan mendorong promosi dan fasilitasi investasi manufaktur, memperkuat integrasi rantai pasok regional. Kolaborasi juga diarahkan pada kemitraan dalam inovasi, serta transfer teknologi guna mempercepat hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri. Selain itu, HKI dan SMF akan berkolaborasi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ma'ruf menegaskan optimisme HKI dan SMF bahwa MoU ini akan menjadi fondasi kuat bagi terbentuknya ekosistem manufaktur regional yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dan Singapura sebagai mitra strategis dalam rantai pasok industri ASEAN dan global.

Ma'ruf pun menyoroti kehadiran Wamenperin dalam penandatanganan MoU, yang menegaskan komitmen pemerintah mempererat hubungan ekonomi Indonesia–Singapura, sekaligus mempercepat realisasi investasi, transformasi industri, dan penciptaan lapangan kerja bernilai tambah tinggi. Adapun, Indonesia merupakan salah satu basis manufaktur terbesar di Asia Tenggara. 

Sektor manufaktur Indonesia berkontribusi lebih dari 18% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi motor utama ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta hilirisasi industri bernilai tambah tinggi. Didukung 175 kawasan industri yang tersebar di berbagai koridor ekonomi, Indonesia terus memperkuat posisi sebagai hub produksi regional dan tujuan utama relokasi serta ekspansi industri global. 

Selanjutnya: Tak Sekadar Tambah Rekening, Allo Bank Fokus Genjot Aktivasi Nasabah

Menarik Dibaca: 7 Khasiat Konsumsi Tomat bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News