KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) berharap kepengurusan Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026 - 2030 bisa memperkuat arah transisi energi hijau untuk kawasan industri. Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menilai pelantikan DEN periode 2026 - 2030 sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi, serta percepatan agenda transisi menuju energi terbarukan. Ma'ruf menegaskan bahwa kawasan industri merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat bergantung pada kepastian pasokan energi. Oleh sebab itu, kebijakan energi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing industri Indonesia.
“HKI mengapresiasi langkah Presiden melantik Dewan Energi Nasional sebagai forum strategis lintas sektor. Bagi kawasan industri, kepastian energi yang andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan merupakan prasyarat utama untuk menjaga iklim investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Ma’ruf dalam rilis yang disiarkan pada Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Pemerintah, Industri dan Akademisi Ungkap Potensi & Tantangan Ekosistem Semikonduktor Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) telah melantik secara resmi Anggota DEN periode 2026-2030 dari unsur Pemerintah dan Pemangku Kepentingan. Pelantikan berlangsung pada Rabu (28/1/2026). Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari Pemangku Kepentingan dan Keppres Nomor 6/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari Pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditetapkan sebagai Ketua Harian DEN. Sejumlah Menteri juga ditetapkan sebagai anggota DEN, termasuk Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. HKI memandang bahwa DEN memiliki tugas penting untuk memastikan kesinambungan antara perumusan kebijakan energi nasional dan implementasinya di lapangan, termasuk dalam percepatan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Dengan kebutuhan energi yang terus meningkat, Ma'ruf menegaskan kawasan industri siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendorong realisasi bauran energi bersih. Kawasan industri memiliki posisi strategis sebagai ekosistem terintegrasi dalam mendukung transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi surya, pengelolaan energi berbasis kawasan, serta integrasi sistem kelistrikan yang lebih hijau dan efisien.
Baca Juga: Peluang Bisnis Furnitur RI Masih Luas, Pangsa Pasar Global di Bawah 1% Ma'ruf menekankan bahwa transisi energi harus berjalan seimbang untuk memperkuat ketahanan energi nasional, menurunkan emisi, sekaligus menjaga daya saing kawasan industri sebagai penggerak investasi dan penciptaan lapangan kerja.
“Kami optimistis Dewan Energi Nasional periode ini mampu menghadirkan kebijakan yang konsisten dan implementatif. HKI berkomitmenuntuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem energi nasional yang berkelanjutan, inklusif, serta mendukung agenda pembangunan industri Indonesia," tandas Ma'ruf
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News