KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) berhasil menyerap lebih dari 90.000 karyawan secara langsung maupun tidak langsung selama semester pertama tahun 2024. Direktur Utama HM Sampoerna, Ivan Cahyadi mengungkapkan kebanyakan dari mereka terlibat dalam segmen padat karya SKT (Sistem Kontrak Tumbuh) yang vital bagi ekonomi Indonesia. "Pada Semester I 2024, Sampoerna menyerap lebih dari 90.000 karyawan secara langsung dan tidak langsung, di mana sekitar 90% di antaranya bekerja di segmen padat karya SKT," kata Ivan dalam paparan publik, Senin (29/7).
Baca Juga: Laba HM Sampoerna (HMSP) Tertekan di Semester I-2024, Begini Rekomendasi Analis Sampoerna, yang telah beroperasi selama 111 tahun di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan nilai bagi karyawan, mitra usaha, pemegang saham, konsumen, dan masyarakat luas. Dengan investasi total mencapai US$ 6,4 miliar sejak akuisisi oleh Philip Morris International pada 2005, perusahaan ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, termasuk melalui pembayaran pajak dan cukai sebesar Rp 86,8 triliun pada tahun 2023. Selain itu, Sampoerna terus mendorong hilirisasi industri rokok di Indonesia dengan operasional enam fasilitas produksi SKT, termasuk dua fasilitas baru di Blitar dan Tegal yang baru saja beroperasi pada tahun ini. "Sampoerna juga menambah lima Mitra Produksi Sigaret (MPS) menjadi total 43 MPS dengan lokasi tersebar di berbagai kota/kabupaten di pulau Jawa yang dimiliki pengusaha daerah dan/atau koperasi lokal," sambungnya. Baca Juga: Laba HM Sampoerna (HMSP) Turun 11,55% di Semester I-2024, Cek Rekomendasi Analis Perusahaan juga aktif dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) nasional, termasuk pelatihan untuk UMKM dan dukungan terhadap petani tembakau serta cengkih di Indonesia.