Holcim Akan Bangun Pabrik Di Tuban



Jakarta. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) masih belum banyak berekspansi sepanjang tahun 2009 ini. Permintaan semen yang turun membuat para produsen semen, termasuk Holcim menahan diri untuk mengeluarkan duit banyak. Tapi kondisi ini tak akan bertahan lama.Direktur Holcim Rusli Setiawan memperkirakan hingga akhir tahun ini, konsumsi semen domestik bisa kembali lagi seperti tahun lalu. Sepanjang semester satu tahun lalu, permintaan domestik sebesar 17,5 juta ton. "Permintaan di semester dua ini bisa naik, paling tidak menjadi sekitar 20 juta ton," kata Rusli.Tahun lalu, permintaan semen domestik sebesar 38 juta ton. Jadi, tidak akan jauh beda. Sambil menunggu permintaan semen domestik naik lagi, Holcim menimbang-nimbang penambahan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur.Rencana lama ini sampai sekarang belum terealisasi karena sejak akhir tahun lalu krisis membuat permintaan semen turun. "Rencananya pabrik baru itu akan memiliki kapasitas sekitar 2 juta ton," kata Corporate Communication ManagerHolcim Indonesia Budi Primawan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa hari ini, 3 September 2009 di Jakarta. Hitungan biayanya, kata Budi, sampai kini masih belum difinalisasi. "Tapi mungkin kisarannya sama seperti biaya pembangunan pabrik perrusahaan semen yang lain," imbuh Budi.Dua emiten semen lain di Bursa Efek Indonesia, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pun berniat membangun pabrik semen baru. "Lahannya sudah ada, tapi kita belum mulai," kata Budi.Saat ini, total kapasitas produksi semen Holcim mencapai 8,5 juta ton per tahun. Biasanya, Holcim memproduksi sampai kapasitas maksimal. Hingga semester satu 2009 lalu Holcim membukukan pendapatan hingga Rp 2,36 triliun.Pendapatan ini naik dibanding semester satu tahun sebelumnya sebesar Rp 2,06 triliun. Namun, laba bersih Holcim enam bulan pertama tahun ini turun menjadi Rp 278 miliar dibanding semester satu tahun lalu sebesar Rp 341,14 miliar.Sementara itu, pada RUPSLB hari ini, Holcim mengangkat Eamon Ginley yang sebelumnya menjabat Direktur Manufacturing Holcim sebagai Direktur Utama menggantikan Tim Mackay yang wafat 17 Juli 2009 lalu. Sedangkan posisi Direktur Manufacturing diisi oleh Lilik Unggul Raharjo yang sebelumnya menjabat General Manager pabrik Holcim di Cilacap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News