Hold saham PGAS, ini kata analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Distribusi gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. Sepanjang kuartal III 2017, penyaluran gas emiten pelat merah ini mencapai 800 million standard cubic feet per day (mmscfd).

Besaran distribusi tersebut melampaui patokan distribusi gas perusahaan pelat merah ini. PGAS mematok target distribusi gas antara 700 mmscfd hingga 750 mmscfd sepanjang tahun ini. Bukan hanya melampaui patokan, realisasi distribusi gas tadi juga 17% lebih besar dibandingkan distribusi gas sepanjang kuartal kedua tahun ini.

Jika disandingkan dengan distribusi gas sepanjang semester I 2017, angkanya juga masih 7% lebih besar. Sepanjang paruh waktu tahun ini, distribusi gas PGAS sebesar 749 mmscfd.


Kendati demikian, distribusi gas kuartal III masih berada di bawah distribusi kuartal I 2017. Pada periode tersebut, distribusi gas perusahaan mencapai 816 mmscfd.

Danny Praditya, Direktur Komersial PGAS, mengatakan, pencapaian itu merupakan hasil dari upaya manajemen untuk memperluas jaringan gas bumi ke sejumlah titik. "Salah satunya penyaluran ke Kawasan Industri Cikande," ujar dia, kepada KONTAN, Jumat (13/10).

Kawasan industri Cikande cukup potensial bagi PGAS. Pasalnya, kawasan industri yang berlokasi di Jawa Barat itu memiliki total lahan seluas 3.175 hektare (ha). Namun, baru 30% dikembangkan.

Di dalam area itu berdiri lebih dari 200 perusahaan, lokal maupun multinasional. Jenis industrinya pun beragam, antara lain perusahaan makanan dan minuman, industri kimia, industri alat berat, dan material bangunan.

Selain Cikande, PGAS baru saja menjalin kerjasama dengan Kawasan Industri Panbil di Batam, Kepulauan Riau. Kerjasama penyaluran gas ini akan berlangsung selama 10 tahun ke depan. Kendati sudah terlihat ada perbaikan, PGAS tak mau buru-buru merevisi target. "Untuk saat ini, masih tetap pada guidance kami," imbuh Danny.

Analis Deutsche Bank William Kho menilai, kenaikan distribusi gas itu menunjukkan adanya sinyal perbaikan dari PGAS. Namun, masih ada tantangan yang perlu dihadapi, yakni soal ketidakpastian harga gas.

William berasumsi, perubahan harga gas antara US$ 0,5 per mmbtu hingga US$ 1 per mmbtu akan berpengaruh signifikan. "Perubahan itu akan mempengaruhi perubahan pendapatan PGAS antara 30% hingga 60%," ujar dia dalam riset 12 Oktober. William merekomendasikan hold saham PGAS dengan target Rp 1.660 per saham. Harga PGAS kemarin Rp 1.640 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto