KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding PT Danareksa (Persero) terus memperkuat skala dan integrasi ekosistem tujuh kawasan industri yang berada di bawah pengelolaannya, seiring penataan kawasan industri BUMN yang tengah berlangsung. Transformasi tersebut diarahkan untuk menjadikan kawasan industri sebagai destinasi investasi global sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Danareksa juga menargetkan kawasan industri tidak hanya menjadi pusat aktivitas bisnis, tetapi turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
“Ke depan, kami berkomitmen menjadikan kawasan industri sebagai simpul ekonomi yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Dengan demikian, ekosistem kawasan industri yang kami kelola dapat menjadi bagian aktif dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama Danareksa Ngurah Wirawan dalam keteranganya, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: Holding Danareksa Perkuat Inisiatif Sosial Adapun kawasan industri yang dinaungi Danareksa antara lain PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda), PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Disamping terus melakukan tranformasi, Danareksa aktif memberikan kontribusisi terhadap masyarakat sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Teranyar, Danareksa bersama tujuh anggota holding kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra menghimpun Rp 423 juta untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan dikoordinasikan dan disalurkan oleh PT SIER dalam dua tahap pada 21 dan 25 Agustus 2026. Dana tersebut diwujudkan dalam kebutuhan pokok, antara lain 9,5 ton beras, lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, minyak goreng, susu, perlengkapan tidur, serta kebutuhan kebersihan keluarga.
Baca Juga: Telkom Pulihkan 100% Layanan Telekomunikasi di NTT Tiga Hari Pascagempa Ngurah mengatakan bantuan ini merupakan respons atas gempa Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 yang berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Hingga 27 Agustus 2026, sekitar 176.000 orang masih berada di posko pengungsian. Danareksa menilai kolaborasi lintas ekosistem kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan korban sekaligus memperkuat pola respons kemanusiaan di jaringan kawasan industri Danareksa. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News