Honda Gandeng Tata Technologies Pangkas Biaya Pengembangan Mobil di India



KONTAN.CO.ID - MUMBAI/TOKYO. Honda Motor menargetkan penghematan biaya hingga 20% dan memangkas waktu pengembangan kendaraan hingga separuh melalui kerja sama baru dengan Tata Technologies di India.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Honda untuk menekan biaya dan mempercepat pengembangan produk di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat. Dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan, kerja sama ini sekaligus menunjukkan perubahan pendekatan Honda yang selama ini dikenal mengandalkan pengembangan secara mandiri.

Honda tengah menghadapi kerugian besar terkait kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang diperkirakan mencapai lebih dari US$12 miliar. Kondisi tersebut mendorong Honda mengalihkan fokus ke kendaraan hybrid berbahan bakar bensin sekaligus memangkas pengeluaran.


Reuters sebelumnya melaporkan pada September 2026 bahwa Honda berupaya memangkas biaya lebih dari US$9 miliar dalam empat tahun ke depan. Perusahaan juga telah meminta para pemasok untuk melakukan penurunan harga secara signifikan.

Pada Mei 2026, perusahaan rekayasa Tata Technologies mengumumkan telah dipilih untuk mengembangkan kendaraan bagi sebuah produsen mobil asal Jepang. Tata Technologies saat itu tidak menyebutkan nama mitranya.

Baca Juga: PM Spanyol Pedro Sanchez Akan Umumkan Keputusan Penting di Tengah Spekulasi Pemilu

Namun, dua sumber tersebut dan satu sumber lainnya yang mengetahui persoalan mengatakan bahwa produsen mobil Jepang yang dimaksud adalah Honda.

Target pangkas biaya hingga 20%

Berdasarkan kesepakatan alih daya tersebut, Tata Technologies akan mengembangkan kendaraan Honda untuk pasar India. Honda menargetkan pengurangan biaya hingga 20% dan memangkas waktu pengembangan kendaraan menjadi setengahnya dari sekitar lima tahun saat ini, menurut dua sumber.

Honda memutuskan menggandeng Tata Technologies setelah manajemen Honda di Jepang dan India tidak mencapai kesepakatan mengenai pemasok yang akan digunakan untuk kendaraan-kendaraan baru di India.

Ketiga sumber meminta identitas mereka tidak dipublikasikan karena informasi tersebut belum diumumkan secara resmi. Target penghematan biaya dan waktu pengembangan di India, serta perbedaan pandangan internal mengenai strategi pemasok, dilaporkan untuk pertama kalinya.

Dalam pernyataannya, Honda mengatakan perusahaan belum mampu menawarkan jajaran produk yang cukup di India sehingga konsumen mendapatkan "nilai yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan".

Untuk itu, Honda mengatakan tengah "mendefinisikan ulang" penawarannya di India dan berencana memperkenalkan kendaraan yang mampu menyeimbangkan kualitas dengan harga.

Honda membantah adanya perbedaan pendapat antara tim Jepang dan India terkait pemilihan pemasok.

Honda India dalam pernyataan terpisah mengatakan pengembangan produk dilakukan melalui kolaborasi erat antara berbagai tim. Perusahaan menilai tidak tepat jika diskusi kolaboratif tersebut disebut sebagai perselisihan.

Tata Technologies tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Strategi pemasok Honda di India sempat buntu

Dua sumber mengatakan, manajer Honda di Jepang ingin mempertahankan pemasok yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan guna memastikan kualitas dan konsistensi produk.

Sementara itu, tim Honda di India mendorong penggunaan pemasok lokal yang lebih besar untuk menekan biaya dan mempercepat pengembangan kendaraan di pasar otomotif terbesar ketiga dunia tersebut.

Reuters tidak dapat memastikan berapa lama kebuntuan tersebut berlangsung. Namun, kedua sumber mengatakan perbedaan pandangan tersebut cukup untuk menunda pekerjaan pada sejumlah produk.

Baca Juga: Kota Asal Zelensky di Ukraina Terancam Kolaps, Industri Baja Lumpuh Dihantam Rusia

Salah satu sumber mengatakan pembahasan mengenai kerja sama dengan Tata Technologies telah berlangsung sekitar dua tahun sebelum akhirnya disepakati.

Tata Technologies, yang merupakan perusahaan hasil pemisahan dari produsen otomotif India Tata Motors, dipilih karena memiliki akses ke jaringan pemasok lokal yang luas. Manajemen Honda juga menilai perusahaan tersebut mampu merancang kendaraan yang sesuai dengan selera konsumen dan kemampuan belanja masyarakat India.

Honda tetap akan mengawasi proses pengembangan untuk memastikan standar kualitas terpenuhi. Perusahaan juga akan mempertahankan kendali atas sejumlah bidang, termasuk teknologi, konektivitas, dan sistem bantuan pengemudi.

Honda tinggalkan pendekatan serba mandiri

Honda selama ini dikenal sebagai perusahaan otomotif yang memiliki budaya independen, yang tidak lepas dari pengaruh pendirinya, Soichiro Honda.

Perusahaan tersebut mengembangkan dua mobil terlaris di dunia, yakni Civic dan Accord, serta Honda Super Cub yang menjadi salah satu sepeda motor paling populer sepanjang masa.

Seperti produsen otomotif Jepang lainnya, Honda kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan bisnis konvensionalnya di pasar seperti Amerika Serikat sembari mengembangkan teknologi baru untuk bersaing dengan perusahaan China di berbagai pasar.

India menjadi semakin penting bagi Honda karena merupakan salah satu pasar otomotif dengan pertumbuhan cepat dan masih menutup akses bagi produsen EV China.

Namun, pangsa pasar Honda di India telah merosot menjadi 1,3%, dari puncaknya sebesar 7,3% lebih dari satu dekade lalu.

Portofolio Honda di India juga menyusut menjadi hanya empat model. Perusahaan kalah bersaing dengan produsen yang menawarkan kendaraan terjangkau dengan fitur lebih lengkap, seperti Tata Motors dan Mahindra.

Honda juga memiliki pilihan yang terbatas di segmen SUV, yang merupakan kategori kendaraan terbesar sekaligus tumbuh paling cepat di India.

"Honda sudah terlambat dan tertinggal dari para pesaing," kata salah satu sumber.

Presiden Honda Toshihiro Mibe berada di bawah tekanan untuk membalikkan kinerja perusahaan. Honda mencatat kerugian tahunan untuk pertama kalinya pada tahun fiskal terakhir.

Pada Mei 2026, Mibe mengatakan India merupakan "fokus utama" bagi Honda. Namun, ia mengakui bahwa perusahaan tidak selalu berhasil di pasar tersebut.

"Kami perlu membangun kembali bisnis ini dengan pijakan yang sama sekali berbeda," kata Mibe.

Baca Juga: Rusia Gempur Infrastruktur Industri dan Pelabuhan di Odesa, Ukraina

Honda siapkan SUV baru di India

Sebelumnya, Honda mengadaptasi kendaraan yang awalnya dirancang untuk pasar Jepang atau pasar global lainnya untuk dijual di India. Strategi tersebut membuat kendaraan Honda dinilai terlalu kompleks dan mahal bagi konsumen India.

Kendaraan pertama yang dikembangkan bersama Tata Technologies adalah SUV kecil dengan panjang kurang dari 4 meter. Segmen tersebut menyumbang porsi besar dari pasar mobil India, sementara kehadiran Honda di kategori itu masih terbatas.

Dua sumber mengatakan kendaraan tersebut ditargetkan meluncur pada 2028.

SUV berukuran menengah diperkirakan akan menyusul. Setelah itu, Honda berencana berupaya menghidupkan kembali kekuatannya di segmen sedan.

Honda dalam pernyataannya mengatakan perusahaan berencana meluncurkan kendaraan di India dalam kategori SUV di bawah 4 meter dan SUV kelas menengah mulai 2028 dan seterusnya.

India merupakan satu-satunya pasar negara berkembang utama bagi Honda. Perusahaan ingin meningkatkan daya saing manufaktur dan sumber komponen di negara tersebut.

Jika produk pertama yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Tata Technologies berhasil dari sisi kualitas, penjualan, dan profitabilitas, Honda berpeluang meningkatkan ekspor kendaraan dari India, menurut salah satu sumber.