Honda Sambut Positif Rencana Perluasan Insentif Kendaraan Elektrifikasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Honda Prospect Motor (HPM) mendukung rencana pemerintah memperluas insentif kendaraan elektrifikasi, termasuk untuk mobil hybrid dan teknologi rendah emisi lainnya. Kebijakan ini dinilai dapat memperluas pilihan konsumen sekaligus mempercepat perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, setiap teknologi kendaraan memiliki peran dalam mendukung transisi menuju elektrifikasi penuh. Oleh karena itu, kebijakan insentif yang mencakup beragam teknologi dinilai dapat mendorong pertumbuhan pasar otomotif nasional.

“Kami menyambut positif setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan mempercepat adopsi kendaraan rendah emisi dan memperkuat industri otomotif nasional,” kata Billy kepada Kontan, Rabu (21/10/2026).


Menurut Billy, insentif menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan keterjangkauan harga dan minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi. Meski demikian, keputusan pembelian konsumen juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain.

Baca Juga: Rencana Insentif Hybrid Berhadapan dengan Kepentingan BEV

Faktor tersebut meliputi kesiapan produk, ketersediaan infrastruktur, layanan purna jual, serta kemudahan dalam memiliki dan menggunakan kendaraan elektrifikasi.

“Jika kebijakan tersebut direalisasikan secara konsisten, kami melihat peluang pasar elektrifikasi dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.

Billy menambahkan, kepastian regulasi dalam jangka panjang diperlukan agar pelaku industri dapat menyusun strategi bisnis dan investasi secara lebih terarah. Insentif fiskal untuk meningkatkan keterjangkauan konsumen juga perlu dibarengi dengan pengembangan infrastruktur dan kemudahan investasi.

“Yang terpenting bagi industri adalah kepastian dan konsistensi kebijakan jangka panjang,” kata Billy.

Selain insentif fiskal, dukungan pemerintah juga dapat diwujudkan melalui kebijakan nonfiskal yang memberikan kesempatan setara bagi berbagai teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, konsumen dapat memilih teknologi kendaraan sesuai kebutuhan, sementara pelaku industri memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan ekosistem elektrifikasi di Indonesia.

Pemerintah Kaji Insentif Mobil Hybrid hingga REEV

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pemerintah memperluas cakupan insentif otomotif. Insentif tidak hanya diarahkan untuk kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), tetapi juga mencakup kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV).

Baca Juga: Gaikindo Sambut Rencana Insentif untuk Mobil Hybrid dan PHEV

Sarmuji menyampaikan, pemerintah akan mengusulkan pemberian insentif fiskal maupun nonfiskal untuk berbagai jenis kendaraan tersebut. Namun, besaran dan skema dukungannya tidak harus sama dengan insentif yang diberikan kepada kendaraan listrik berbasis baterai.

“Ya, kita akan usulkan fiskal dan nonfiskal. Meskipun tidak harus sama dengan BEV. Mungkin ya, yang penting ada insentif,” ujar Sarmuji.

Rencana tersebut membuka peluang bagi lebih banyak teknologi kendaraan rendah emisi untuk memperoleh dukungan pemerintah. Perluasan insentif diharapkan dapat memperluas pilihan kendaraan bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.

Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) turut menyambut positif rencana perluasan insentif kendaraan elektrifikasi. Kebijakan ini dinilai dapat membantu mempercepat adopsi berbagai teknologi elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News