Hong Kong masih memanas, kini bandara menjadi sasaran demonstrasi



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Lebih dari 1.000 pemrotes menyerukan demokrasi dan meneriakkan "Hong Kong bebas" berkumpul di bandara yang dikuasai China pada hari Jumat.

Otoritas bandara Hong Kong mengatakan operasional bandara tidak akan terpengaruh akibat kegiatan tersebut, tetapi menyarankan penumpang untuk datang lebih awal mengingat risiko gangguan.

Negara bekas koloni Inggris yang kembali ke China tahun 1997 itu terlibat dalam krisis politik terburuknya selama beberapa dekade setelah dua bulan protes yang semakin keras.


Demonstrasi, yang menjamur hampir setiap hari dengan perusakan kantor perwakilan utama pemerintah China akhir pekan lalu telah memicu peringatan dari Beijing bahwa ini adalah serangan terhadap kedaulatan China. Aksi protes diperkirakan akan lebih banyak lagi pada hari Sabtu besok. 

Beberapa pengunjuk rasa, yang mengenakan helm dan duduk di aula kedatangan. "Dunia telah mengawasi kami dalam beberapa minggu terakhir," kata Jeremy Tam, mantan pilot dan anggota parlemen yang membantu mengatur protes dengan karyawan sektor penerbangan lainnya.

Mereka percaya bahwa bandara adalah cara paling ampuh untuk menjelaskan secara langsung bagi wisatawan terkait apa yang terjadi di Hong Kong.

Editor: Handoyo .