Sebuah video yang beredar baru-baru ini kembali menuai pro dan kontra. Dalam video tersebut terlihat porter dan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) membungkuk sambil meletakkan tangan kanan menyilang ke dada sebelah kiri saat kereta berangkat. Gaya membungkuk ini mereka pertahankan hingga kereta keluar stasiun. Sebuah tindakan yang manis menurut saya. Sayangnya, tidak semua orang sependapat. Sebuah akun di Twitter membagikan video tersebut sambil menuliskan kesedihannya. Menurutnya, aksi membungkuk karyawan KAI merupakan bentuk ketidaksetaraan. "Sedih liatnya. Manusia itu setara. Ngga perlu ada yg harus nunduk2 begini. Kecuali ke ortunya. @KAI121 sebaiknya hentikan prosedur ini," demikian cuitan salah satu pengguna twitter. PT KAI tentu sudah memiliki pertimbangan matang saat menerapkan SOP ini. Menurut KAI, gestur hormat ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 14 Agustus 2018 lalu sesuai dengan instruksi direksi KAI. "Tujuannya kan sebenarnya pemberian salam hormat atau salam terima kasih, sebagai bentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang kereta api," kata Kepala Humas PT KAI Agus Komaruddin seperti yang dikutip Kompas.com.
Hormat ala KAI
Sebuah video yang beredar baru-baru ini kembali menuai pro dan kontra. Dalam video tersebut terlihat porter dan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) membungkuk sambil meletakkan tangan kanan menyilang ke dada sebelah kiri saat kereta berangkat. Gaya membungkuk ini mereka pertahankan hingga kereta keluar stasiun. Sebuah tindakan yang manis menurut saya. Sayangnya, tidak semua orang sependapat. Sebuah akun di Twitter membagikan video tersebut sambil menuliskan kesedihannya. Menurutnya, aksi membungkuk karyawan KAI merupakan bentuk ketidaksetaraan. "Sedih liatnya. Manusia itu setara. Ngga perlu ada yg harus nunduk2 begini. Kecuali ke ortunya. @KAI121 sebaiknya hentikan prosedur ini," demikian cuitan salah satu pengguna twitter. PT KAI tentu sudah memiliki pertimbangan matang saat menerapkan SOP ini. Menurut KAI, gestur hormat ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 14 Agustus 2018 lalu sesuai dengan instruksi direksi KAI. "Tujuannya kan sebenarnya pemberian salam hormat atau salam terima kasih, sebagai bentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang kereta api," kata Kepala Humas PT KAI Agus Komaruddin seperti yang dikutip Kompas.com.