KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) bersiap mengubah arah bisnisnya setelah terjadi perubahan pengendalian pemegang saham. Dalam jangka menengah, tiga hingga lima tahun ke depan, FITT akan fokus mengembangkan bisnis di sektor sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, serta perdagangan produk tambang. Ketiga lini usaha tersebut dirancang untuk saling terintegrasi. Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) Joni Rizal mengatakan pengembangan usaha ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang.
“Ke depan kami membangun rantai bisnis yang terhubung mulai dari sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, hingga perdagangan produk tambang,” kata Joni dalam paparan publik insidentil, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Pefindo Beri Peringkat idAA Pertamina Bina Medika (IHC), Prospek Negatif Joni bilang setiap segmen usaha akan saling mendukung dari sisi sumber daya dan pelanggan, yang tidak dikembangkan secara terpisah. Ini akan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan dan mengurangi ketergantungan pada satu lini usaha tertentu. Joni juga mengungkapkan bahwa FITT tidak akan lagi melanjutkan kegiatan usaha sebelumnya yang dinilai belum memberikan kinerja optimal. Berdasarkan evaluasi manajemen, usaha sebelumnya memiliki skala terbatas dan belum memberikan sinergi yang memadai. "Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melakukan penataan ulang secara menyeluruh," tambahnya. Masuknya pemegang saham pengendali baru, menjadi momentum bagi FITT untuk melakukan restrukturisasi dan integrasi sumber daya secara bertahap. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi FITT sebagai perusahaan holding yang memiliki portofolio usaha lebih solid. Direktur Keuangan Sukino menyatakan FITT juga tengah melakukan evaluasi dan penjajakan terhadap sejumlah calon target akuisisi yang dinilai potensial mendongkrak kinerja keuangan dan menjaga keberlanjutan usaha. "Namun demikian, FITT sebelumnya telah membatalkan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait rencana divestasi saham PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW), serta memutuskan tidak melanjutkan rencana akuisisi PT Poseidon Shipping Indonesia (PSI)," ucap Sukino. Sebagai informasi, PT Jinlong Resources Investment (JRI) telah resmi menjadi pengendali baru FITT setelah merampungkan proses akuisisi saham perseroan. JRI mengajukan penawaran untuk membeli hingga 271,87 juta saham (20,84%) dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 296 per saham. Periode penawaran tender wajib berlangsung selama 30 hari kalender, mulai 5 Februari hingga 6 Maret 2026, serta tanggal penyelesaian pada 16 Maret 2026.
Akuisisi dilakukan melalui pembelian 627 juta saham atau 48,07% kepemilikan dari pemegang saham lama, yakni PT Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto, dan Richard Suwandi Lie. Transaksi tersebut rampung pada 12 Desember 2025 dengan nilai Rp65,83 miliar atau Rp105 per saham. Selain itu, JRI juga mengakumulasi tambahan 405,39 juta saham dari pemegang saham lainnya dengan harga Rp 130 per saham. Dengan rangkaian transaksi tersebut, kepemilikan JRI di FITT kini mencapai 1,03 miliar saham atau setara 79,16% dari total saham beredar.
Baca Juga: Fluktuasi IHSG, Investor Perlu Pantau Antrian Order Saham Secara Real Time Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News