Hotel Mandarine jajaki investor dari China



JAKARTA. PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), pemilik Goodway Hotel & Resort di Batam ingin membangun kondominium dan villa di kota yang sama. Saat ini perusahaan sedang menjaring calon investor potensial.

Direktur HOME Ardi Syofyan mengklaim sudah menguasai lahan seluas 25 hektare (ha) di tepi pantai untuk proyeknya. Namun HOME belum bisa memulai proyek karena negosiasi dengan calon investor belum rampung.

Ardi bilang, calon investor masih wait and see untuk masuk ke proyeknya. "Proyek properti di tepi pantai di Batam memang belum terlalu populer. Investor lebih melirik yang lokasinya di tengah kota," ujarnya kepada KONTAN usai paparan publik di Jakarta, Selasa (30/6). Meski begitu, HOME mengaku ada investor asal China yang sudah menyatakan minatnya.


Lantaran penjajakan belum usai, HOME belum bisa memaparkan konsep proyeknya lebih lanjut maupun estimasi nilai investasinya. "Belum sampai ke sana," elak Ardi.

Strategi HOME menambah portofolio proyeknya dengan kondominium dan villa sebenarnya dilakukan karena perusahaan kesulitan bersaing di pasar hotel bintang di Batam. Ardi bilang, setiap bulannya ada tambahan tiga hotel bintang baru di Batam. Hal itu membuat tingkat okupansi Goodway yang berbintang empat merosot, dari 64,35% per 2013 menjadi 47,45% per 2014.

Maka dari itu, HOME berencana merombak sebagian kamar yang berada di sayap kanan hotelnya menjadi hotel bujet untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar. Apabila hotel bujet sudah beroperasi, HOME berharap setidaknya bisa mempertahankan tingkat okupansi yang ada.

Nantinya ada 42 kamar dari total 278 kamar yang bakal berubah menjadi hotel bujet. Untuk renovasi itu, HOME menyiapkan belanja modal sebesar Rp 3,5 miliar dari operasional.

Tahun ini HOME optimistis pendapatannya tumbuh 11,73% menjadi Rp 68,24 miliar. Sedangkan laba bersih ditargetkan meroket 100,57% menjadi Rp 1,95 miliar. Karena sulit menggenjot tingkat okupansi, HOME mengandalkan pertumbuhan jumlah anggota Goodway Vacation Club (GVC) untuk meraih targetnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie