Hotline antar-Korea resmi dibuka kembali, diharap bisa redakan tensi



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Dua Korea pada hari Senin (4/10) sepakan untuk membuka kembali hotline telepon yang beberapa lalu diputus oleh Korea Utara. DIbukanya kembali hotline ini juga merupakan desakan dari Korea Utara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pekan lalu menyatakan keinginannya untuk mengaktifkan kembali hotline yang terputus sejak Agustus sebagai protes terhadap latihan militer Korea Selatan-AS. Penutupan kali itu terjadi hanya beberapa hari setelah hotline tersebut dibuka kembali untuk pertama kalinya dalam setahun.

Dilansir Reuters dari KCNA, sambungan telepon antar-Korea mulai beroperasi kembali pada hari Senin pukul 9:00 pagi waktu setempat.


Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa komunikasi reguler sebanyak dua kali sehari akan langsung dijalankan tepat waktu melalui hotline militer dan lainnya yang dijalankan oleh Kementerian Unifikasi, kecuali untuk saluran angkatan laut yang didirikan pada jaringan internasional untuk kapal dagang.

Dibukanya kembali hotline ini diharapkan bisa meredakan tensi kedua negara yang sempat meninggi setelah Kim Jong Un mengkritik tetangganya yang dianggap menerapkan standar ganda.

Kim menegur Korea Selatan yang kerap mengecam uji coba militer Korea Utara, padahal pihaknya sendiri juga kerap melakukan hal yang sama bersama dengan AS.

Baca Juga: Melunak, Kim Jong Un berniat memulihkan hotline antar-Korea mulai bulan Oktober

Hotline memiliki beragam fungsi

Hotline penghubung dua Korea dibentuk pada September 1971 dan memulai operasi pertamanya pada 18 Agustus 1972. Tujuan dasarnya adalah untuk memudahkan Palang Merah kedua negara dalam melakukan perundingan.

Melansir BBC, setidaknya ada 33 jalur telekomunikasi antara kedua Korea yang melewati Area Keamanan Bersama Panmunjom (JSA). Lima jalur di antaranya digunakan untuk komunikasi sehari-hari dan 21 lainnya digunakan untuk negosiasi kedua negara.

Beberapa jalur lainnya juga memiliki fungsi yang spesifik. Seperti 2 jalur untuk penanganan lalu lintas udara, 2 untuk transportasi laut, dan 3 lainnya khusus untuk kerja sama ekonomi.

Selanjutnya: Korea Utara: Terlalu dini untuk menyatakan Perang Korea telah berakhir