Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi



KONTAN.CO.ID - DUBAI. Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran mengatakan bahwa mereka memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang memicu peringatan dari koalisi pimpinan Saudi bahwa mereka akan menanggapi "dengan tegas", yang mengancam akan mengganggu pasokan energi global di luar Teluk. 

Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), Angkatan bersenjata Houthi dalam sebuah pernyataan mengatakan mereka "menyatakan embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi, berdasarkan prinsip 'mata ganti mata', berlaku segera". Mereka mengatakan keputusan itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut "pengepungan yang tidak adil dan menindas" yang dikenakan pada Yaman oleh Saudi. 

Penutupan penuh Selat Bab el-Mandeb, gerbang selatan menuju Laut Merah, akan menghentikan ekspor minyak Saudi ke Asia dan dapat mengurangi pasokan minyak global sebesar 7%. 


Baca Juga: Setara RI, 2 Negara Tetangga Naik Kelas Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas

Koalisi pimpinan Saudi di Yaman bersumpah untuk "menanggapi ancaman terhadap kapal-kapal komersialnya dengan tegas." 

"Ancaman semacam itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan termasuk dalam tindakan pembajakan maritim," kata koalisi tersebut dalam sebuah pernyataan. 

Mereka mengatakan telah mulai menerapkan langkah-langkah perlindungan untuk kapal-kapal mereka yang melintas di Selat Bab el-Mandeb. 

Perang Iran telah memicu pengurangan besar-besaran terhadap aliran minyak global, menurunkan pasokan global sebesar 10%. 

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah mereka akan mulai menargetkan kapal-kapal yang menuju pelabuhan Saudi. Pada tahap ini, belum ada jawaban yang jelas," kata Mohammed Albasha, seorang analis Yaman dan pendiri Basha Report, sebuah perusahaan penasihat risiko yang berbasis di Washington.

Baca Juga: Konflik Iran-AS Kian Panas, Transfer Minyak di Teluk Oman Melambat

"Bahkan jika tidak ada kapal yang diserang, pengumuman itu sendiri kemungkinan akan mengganggu pelayaran dan menciptakan ketidakpastian bagi pelabuhan Saudi. Apakah Houthi akan beralih dari ancaman ke tindakan langsung tetap menjadi isu penting," katanya. 

Kelompok tersebut menembakkan rudal ke Arab Saudi pekan lalu setelah menuduh kerajaan itu membom bandara yang berada di bawah kendali mereka, mengakhiri gencatan senjata selama empat tahun dalam konflik antara kerajaan itu dan kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.

TAG: