Howard Buffett Gantikan Warren Buffett, Ini Profil Chairman Baru Berkshire Hathaway



KONTAN.CO.ID - Berkshire Hathaway menunjuk Howard Buffett sebagai chairman baru perusahaan senilai sekitar US$1,1 triliun tersebut.

Howard akan menggantikan ayahnya, Warren Buffett, yang selanjutnya menjabat sebagai chairman emeritus.

Pergantian ini menjadi bagian penting dari proses suksesi di Berkshire Hathaway.


Sembilan bulan sebelumnya, Warren Buffett telah menyerahkan posisi chief executive officer (CEO) kepada Greg Abel, salah satu eksekutif senior yang telah lama mendampinginya.

Melansir Reuters Selasa (22/9/2026), lantas, siapa Howard Buffett?

Baca Juga: AMRO Memprediksi Ekonomi China Mampu Tumbuh 4,5% di 2026 dan 2027

Putra tertua Warren Buffett

Howard Buffett, yang biasa dipanggil Howie, merupakan putra kedua Warren Buffett sekaligus putra tertuanya. Warren Buffett, 96, memiliki tiga anak, yakni Susie, Howard dan Peter. Howard kini berusia 71 tahun.

Howard telah menjadi anggota dewan direksi Berkshire Hathaway selama 33 tahun.

Masa pengabdiannya tersebut bahkan lebih panjang dibandingkan periode Warren Buffett sebagai anggota dewan sebelum mengambil alih kendali perusahaan.

Baca Juga: BMW Tolak Tarif Mobil China, Pilih Kesepakatan Harga dengan Beijing

Bagian dari rencana suksesi

Penunjukan Howard sebagai chairman non-eksekutif Berkshire Hathaway merupakan bagian dari rencana suksesi yang telah disiapkan perusahaan sejak lama.

Warren Buffett bahkan pernah mengatakan kepada CBS News pada 2011 bahwa ia menginginkan Howard untuk menggantikannya sebagai chairman Berkshire Hathaway.

Berbeda dengan posisi CEO, chairman baru tidak akan terlibat dalam kegiatan manajemen harian perusahaan.

Peran utama Howard adalah menjaga budaya perusahaan yang selama puluhan tahun menjadi salah satu ciri Berkshire Hathaway.

Howard pernah menjelaskan pandangannya mengenai budaya Berkshire dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Januari 2025.

Menurut dia, budaya perusahaan pada dasarnya adalah menjaga segala sesuatu tetap sederhana, melakukan hal-hal yang memang diperlukan, memperlakukan orang secara adil, menghormati manajer dan pemegang saham, serta menyampaikan kabar buruk secara terbuka.

Baca Juga: Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Hitungan Hari, Ini Syaratnya

Pernah menjadi petani hingga sheriff

Di luar Berkshire Hathaway, Howard memiliki pengalaman di berbagai bidang. Ia pernah bekerja sebagai petani, fotografer, konservasionis dan pengusaha.

Howard juga pernah menjadi anggota Douglas County Board of Commissioners di Nebraska, serta duduk dalam dua komite di Office of the United States Trade Representative dan Commission on Presidential Debates.

Ia juga memiliki pengalaman di bidang penegakan hukum selama sekitar satu dekade, termasuk menjabat sebagai sheriff di Macon County, Illinois.

Howard telah menulis lebih dari selusin buku mengenai konservasi, satwa liar dan kehidupan manusia. Dua di antaranya masuk dalam daftar buku terlaris New York Times.

Ia juga pernah menjadi produser eksekutif film dokumenter yang meraih penghargaan.

Baca Juga: Produksi Biofuel Global Diprediksi Melonjak 70% pada 2030, Ini Risikonya

Pengalaman di sejumlah perusahaan

Howard juga memiliki pengalaman sebagai anggota dewan di sejumlah perusahaan. Beberapa di antaranya adalah Agro Tech, Archer-Daniels Midland, Conagra Foods, Coca-Cola Company, Coca-Cola Enterprises, FirsTier Financial dan Lindsay Corporation.

Pengalaman tersebut melengkapi rekam jejaknya di bidang bisnis sebelum mengambil peran baru sebagai chairman Berkshire Hathaway.

Aktif menangani isu kelaparan global

Howard juga dikenal melalui aktivitas filantropinya. Ia memimpin Howard G. Buffett Foundation, yayasan amal yang berfokus pada penanganan kelaparan global, pemberantasan perdagangan manusia dan mitigasi konflik.

Yayasan yang didirikan pada 1999 tersebut mendapat pendanaan dari Warren Buffett. Dalam beberapa tahun terakhir, yayasan itu juga mengalokasikan sumber daya untuk membantu Ukraina di tengah perang dengan Rusia.

Aktivitas filantropinya membuat Howard telah mengunjungi lebih dari 150 negara di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Dilarang Meliput di Gedung Putih, Sejumlah Media Menggugat Donald Trump dan Kabinet

Atas aktivitas tersebut, Howard mendapat penghargaan dari sejumlah pemerintah, termasuk Kolombia, El Salvador, Meksiko, Rwanda dan Ukraina.

Ia juga menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang pertanian, konservasi, jurnalistik, filantropi dan penegakan hukum.

Kini, Howard menghadapi peran baru di Berkshire Hathaway. Sebagai chairman, ia akan menjadi salah satu figur penting dalam menjaga kesinambungan budaya perusahaan setelah era Warren Buffett, sementara Greg Abel menjalankan tanggung jawab operasional sebagai CEO.

TAG: