HPE Emas dan Tembaga Naik, Jadi Angin Segar Kinerja MDKA Awal 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas dan konsentrat tembaga pada periode 1–14 Februari 2026 berpotensi menjadi sentimen positif bagi kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Meski begitu, MDKA tetap fokus menjaga margin melalui efisiensi biaya dan optimalisasi penambangan.

General Manager Corporate Communication PT Merdeka Copper Gold Tbk Tom Malik mengatakan, pemerintah secara berkala menyesuaikan HPE emas dan konsentrat tembaga mengikuti pergerakan harga komoditas global.


Pada periode pertama Februari 2026, HPE emas ditetapkan sebesar US$ 148.818,84 per kilogram atau setara US$ 4.628 per ons troy.

“HPE ini menjadi dasar perhitungan bea ekspor untuk komoditas yang dikenakan pungutan ekspor seperti emas dan konsentrat tembaga. Penyesuaian dilakukan secara berkala oleh Kementerian Perdagangan,” ujar Tom kepada Kontan, Senin (2/2/2026).

Tom menilai, tren harga emas yang masih bullish akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Sejumlah analis global bahkan memperkirakan harga emas berpeluang mendekati US$ 5.000 per ons troy pada akhir 2026.

Baca Juga: Harga Emas Turun, Merdeka Gold (EMAS) Pastikan Kinerja dan Prospek Bisnis Tetap Kuat

Namun demikian, Tom menegaskan MDKA merupakan price taker karena harga emas sangat ditentukan oleh keseimbangan pasokan dan permintaan global.

“Yang bisa kami lakukan adalah mengontrol biaya melalui efisiensi agar margin tetap terjaga,” jelasnya.

Di sisi lain, MDKA juga tidak dapat serta-merta meningkatkan produksi untuk merespons kenaikan harga. Target produksi ditetapkan berdasarkan rencana penambangan bijih, kadar mineral per ton bijih, serta Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui pemerintah.

“Grup Merdeka secara berkelanjutan melakukan optimalisasi penambangan dan efisiensi biaya produksi untuk meningkatkan margin,” tambah Tom.

Pada 2026, produksi emas grup Merdeka akan ditopang Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi. Selain itu, Tambang Emas Pani yang dikelola anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk, juga masih on track untuk memulai produksi perdana pada kuartal I 2026.

Sejauh ini, mayoritas produksi emas MDKA ditujukan untuk pasar ekspor. Meski demikian, Tom membuka peluang pasokan ke pasar domestik seiring perkembangan kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga: Freeport Indonesia Targetkan Penjualan Emas 830.000 Ons pada 2026

Sebelumnya diberitakan Kontan, Kementerian Perdagangan mencatat HPE emas dan konsentrat tembaga meningkat pada periode pertama Februari 2026.

HPE emas naik dari US$ 141.972,92 per kilogram pada periode kedua Januari 2026 menjadi US$ 148.818,84 per kilogram. Sementara Harga Referensi (HR) emas naik menjadi US$ 4.628,79 per ons troy dari US$ 4.415,85 per ons troy.

Adapun HPE konsentrat tembaga ditetapkan sebesar US$ 6.422,91 per Wet Metric Ton (WMT), meningkat 4,73% dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar US$ 6.133,11 per WMT.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, kenaikan HPE konsentrat tembaga didorong tingginya permintaan industri global, khususnya dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, dan manufaktur elektronik, di tengah keterbatasan pasokan akibat gangguan produksi di sejumlah tambang besar dunia.

Selanjutnya: Bapanas Pastikan Stok dan Harga Pangan Jelang Ramadan Akan Stabil

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Minyak Goreng Hemat 1-4 Januari 2026, Harumas Rp 29.200

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News