HPM Nikel dan Bauksit Naik, Sinar Terang Mandiri (MINE) Lirik Peluang Diversifikasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang merombak Harga Patokan Mineral (HPM) nikel dan bauksit mulai direspons oleh pelaku industri pertambangan.

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menilai perubahan harga acuan tersebut belum memberikan pengaruh signifikan terhadap performa operasional perusahaan saat ini.

Direktur Operasional Sinar Terang Mandiri (MINE), Ade Irawan menjelaskan bahwa dampak dari penyesuaian harga tersebut lebih banyak menyasar sektor hilir. 


Baca Juga: Mitra Sinergi Rilis Proyek Hunian The Brawijaya Serpong, Harga Mulai Rp 800 Jutaan

"Terkait penyesuaian HPM nikel dan bauksit, untuk perusahaan saat ini sebenarnya tidak berdampak langsung. Dampak tersebut lebih dirasakan oleh pelaku usaha yang memiliki smelter atau fasilitas pengolahan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (26/4/2026).

Ade mengungkapkan, meski tidak terdampak secara langsung, pihaknya tetap mewaspadai setiap perubahan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Pemantauan pergerakan harga acuan menjadi prioritas manajemen agar perusahaan tetap sigap dalam mengambil keputusan bisnis.

"Kami tetap melakukan monitoring secara ketat terhadap perkembangan regulasi, termasuk harga acuan mineral, sebagai langkah antisipasi ke depan," ungkapnya. 

Adapun, strategi ini dilakukan untuk memastikan kinerja keuangan tetap stabil di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Lebih lanjut, Ade menambahkan, sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pihaknya mulai menyusun strategi untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas. MINE melihat peluang besar untuk merambah sektor tambang lainnya demi menjaga fleksibilitas operasional.

"Kami juga mulai melihat dan mencari peluang untuk melakukan diversifikasi ke komoditas lain di luar nikel. Hal ini kami pandang sebagai langkah strategis, karena kapabilitas operasional MINE pada dasarnya tidak terbatas hanya pada nikel, tetapi juga dapat diaplikasikan pada berbagai komoditas tambang lainnya," pungkasnya.

Baca Juga: Harga Sulfur Melambung, Begini Dampaknya Bagi Proyek HPAL Milik Vale Indonesia (INCO)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News