HSBC Indonesia Luncurkan TradeCash, Permudah Akses Modal Kerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank HSBC Indonesia meluncurkan HSBC TradeCash, solusi trade finance digital yang memungkinkan nasabah korporasi memperoleh modal kerja dengan lebih cepat melalui pengunggahan faktur penjualan (invoice) secara digital.

Melalui layanan ini, nasabah yang memenuhi kriteria dapat memperoleh pencairan dana dalam hitungan menit setelah informasi yang diperlukan disampaikan dan disetujui melalui platform HSBCnet. 

Berbeda dengan skema pembiayaan perdagangan konvensional, HSBC TradeCash tak mensyaratkan dokumen perdagangan fisik yang umumnya diperlukan dalam proses pengajuan.


Country Head Global Trade Solutions HSBC Indonesia Delia Melissa menyebut, akses terhadap modal kerja kini menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan di tengah meningkatnya volatilitas global, siklus pembayaran yang panjang, serta kenaikan biaya operasional.

Baca Juga: HSBC Siapkan Kredit US$ 4 Miliar, Indonesia Jadi Target Investasi Energi Bersih

"Di tengah volatilitas yang meningkat, siklus pembayaran panjang, dan kenaikan biaya operasional, akses terhadap modal kerja kini telah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga likuiditas dan pertumbuhan," ujar Delia dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Nah, kemudahan memperoleh modal kerja, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing, terutama bagi pelaku usaha Indonesia yang tengah memperluas pasar ekspor.

TradeCash dirancang untuk membantu perusahaan mengakses likuiditas lebih cepat dari piutang usaha yang umumnya baru dibayarkan dalam jangka waktu 30 hari atau lebih. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi tekanan arus kas sekaligus mempercepat perputaran modal kerja.

Global Head of Trade HSBC, Vivek Ramachandran bilang solusi ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan dana yang masih tertahan dalam piutang melalui proses digital yang lebih sederhana.

Baca Juga: HSBC Lepas Bisnis Ritel dan Wealth kepada OCBC, 336.000 Nasabah Akan Dialihkan

"Dengan menghadirkan akses pendanaan yang cepat, kami membantu bisnis mengalihkan fokus dari pengelolaan dokumen ke pemenuhan pesanan, investasi, dan ekspansi," katanya.

HSBC melihat kebutuhan terhadap solusi modal kerja yang fleksibel kian meningkat seiring ketidakpastian ekonomi global. Gejolak geopolitik dan perang tarif turut mendorong kenaikan harga barang serta gangguan rantai pasok yang berimbas pada kebutuhan likuiditas perusahaan.

Namun, aktivitas perdagangan Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$ 25,30 miliar atau naik 21,98% secara tahunan. Sementara itu, impor tumbuh 22,49% menjadi US$ 25,21 miliar.

Survei HSBC terhadap 3.000 pelaku bisnis dan investor global pun menunjukkan 88% responden telah menyesuaikan alokasi modal sebagai respons terhadap meningkatnya volatilitas. Adapun 89% responden mengaku aktif meningkatkan penempatan modal di pasar-pasar yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.

Dengan potensi ini, Vivek bilang TradeCash melengkapi rangkaian solusi trade finance HSBC yang sebelumnya telah mencakup HSBC TradePay, layanan pembiayaan digital untuk membantu perusahaan membayar pemasok lebih cepat.

Baca Juga: Allianz Life Gandeng HSBC Luncurkan Asuransi Jiwa untuk Nasabah Affluent

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News