HSBC Pangkas Rekomendasi Saham Global Jadi Netral, Obligasi Pemerintah Jadi Pilihan



KONTAN.CO.ID - LONDON. HSBC pada Senin (26/10/2026) menurunkan rekomendasinya terhadap saham global menjadi netral dari sebelumnya max overweight, dengan alasan meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran mengenai potensi regulasi kecerdasan buatan (AI) menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS).

“Kami telah berada pada posisi max overweight pada saham dan sangat underweight pada obligasi pemerintah sejak pertengahan Maret. Mengingat narasi yang terus berubah, kami tidak lagi dapat mempertahankan tingkat keyakinan yang sama,” kata HSBC dalam sebuah catatan.

HSBC menaikkan rekomendasinya terhadap obligasi pemerintah negara maju sebanyak dua tingkat, dari max underweight menjadi overweight.


Baca Juga: Di Negara Ini, Mahasiswa Gen Z Berhasil Kalahkan Partai Penguasa Di Pemilu Parlemen

Menurut HSBC, obligasi pemerintah berpotensi mendapat dukungan jika terjadi perlambatan AI apabila Partai Demokrat menang, atau jika kebuntuan politik dalam pemilihan paruh waktu dapat meredakan kekhawatiran mengenai kondisi fiskal.

“Peluang berdasarkan taruhan mungkin terlalu yakin terhadap kemungkinan terjadinya ‘Gelombang Biru’ (kemenangan besar Partai Demokrat). Namun, jika hal itu benar-benar terjadi, kekhawatiran mengenai regulasi AI dapat menjadi tekanan tambahan dalam jangka pendek,” kata perusahaan pialang asal Inggris tersebut.

Di pasar saham, HSBC mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap kawasan zona euro karena kekhawatiran terkait Prancis, serta terhadap pasar negara berkembang akibat sentimen negatif terhadap AI di kawasan tersebut.

Secara terpisah, HSBC menurunkan rekomendasinya terhadap emas dari “overweight” dan menaikkan peringkat minyak menjadi “overweight”.