Huawei Akan Luncurkan Chip AI Baru Pada 2027 Untuk Menyaingi Nvidia



KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Huawei Technologies akan meluncurkan dua semikonduktor kecerdasan buatan (AI) baru pada tahun 2027, seiring langkah raksasa teknologi China tersebut dalam mengembangkan bisnis komputasi AI dan berupaya menantang produsen chip AS, Nvidia.

Ketua Bergilir David Wang mengatakan, Huawei berencana meluncurkan 960DT pada kuartal pertama 2027 dan Ascend 960PR pada kuartal ketiga.

Perusahaan juga sedang mengembangkan cara untuk menghubungkan sejumlah besar chip AI, yang memungkinkan chip-chip tersebut bekerja bersama sebagai satu sistem komputasi yang lebih besar. 


Baca Juga: Otoritas Moneter Hong Kong Menaikkan Suku Bunga, Pertama Kali Sejak Juli 2023

Sebagian besar program AI canggih membutuhkan daya pemrosesan yang lebih besar daripada yang dapat disediakan oleh satu chip tunggal.

Dalam pidatonya di sebuah acara perusahaan di Shanghai, Wang mengatakan bahwa teknologi UnifiedBus milik Huawei akan menjadi penghubung kunci dalam sistem AI berskala besar generasi mendatang perusahaan tersebut. 

Teknologi ini dirancang untuk membantu chip berbagi informasi dan bekerja sama secara lebih efisien.

Huawei telah mengembangkan 11 semikonduktor berbasis teknologi UnifiedBus untuk digunakan dalam sistem berskala besar miliknya, ujar Wang. 

Sistem terhubung terbesar perusahaan—yang disebut sebagai supercluster—dapat mendukung hingga 1 juta prosesor AI, tambahnya.

Baca Juga: Trump Berharap Perang Iran Segera Berakhir

Huawei telah mengirimkan lebih dari 1.000 sistem terhubung berskala lebih kecil, yang disebut supernode, kepada lebih dari 370 pelanggan, kata Wang. 

Supernode adalah sistem yang menggabungkan banyak chip AI untuk mengerjakan tugas yang sama. Wang tidak menyebutkan berapa banyak cip yang dapat dihubungkan dalam satu supernode, tidak menyebutkan nama pelanggan, ataupun memberikan perincian mengenai jumlah pengiriman.

Huawei Bagian dari Pengembangan AI China

Amerika Serikat dan China sedang bersaing mengembangkan cip, pusat data, dan perangkat lunak yang menjadi fondasi kecerdasan buatan (AI).

Washington telah memberlakukan kontrol ekspor yang membatasi akses China terhadap cip komputasi canggih dan peralatan manufaktur semikonduktor tertentu, sementara perusahaan serta pembuat kebijakan di China lebih memprioritaskan pengembangan alternatif buatan dalam negeri.

Hal tersebut menjadikan kemampuan untuk menghubungkan cip sebagai aspek yang semakin penting bagi perusahaan teknologi China.

Baca Juga: Trump Bertemu Xi Jinping, Sekutu AS Khawatir Taiwan Jadi Alat Tawar

Jika tidak dapat membeli cip asing tercanggih secara bebas, mereka dapat memperoleh daya komputasi lebih besar dengan menggabungkan sejumlah besar cip yang tersedia secara lokal ke dalam satu sistem. 

Namun, pendekatan ini hanya akan efektif jika cip-cip tersebut mampu bertukar informasi dengan kecepatan yang memadai.

Kontrol ekspor AS telah membantu Huawei muncul sebagai pemasok cip AI terkemuka asal China. Meski demikian, perusahaan ini harus bersaing dengan pemimpin pasar yang sudah mapan, Nvidia, yang perangkat keras dan perangkat lunaknya banyak digunakan oleh para pengembang di seluruh dunia.

Basis pengembang yang kuat akan menjadi faktor penting dalam upaya Huawei untuk membuat perangkat kerasnya lebih mudah digunakan. 

Wang menyatakan bahwa ekosistem cip AI Huawei memiliki 5.270 pengembang aktif bulanan.