Huawei dan Mahir Academy kembangkan ekositem SDM TIK Indonesia



KONTAN.CO.ID -  Huawei, penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) global terkemuka, hari ini menandatangani perjanjian dengan Mahir Academy yang secara resmi ditunjuk sebagai mitra edukasi program Huawei Authorized Learning Partner (HALP). Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Albert Zhangyijun, Director of EBG Delivery & Service Huawei Indonesia dan Taufik Ramadhan, CEO Mahir Academy, serta disaksikan oleh Prof. Rhenald Kasali Ph.D, pendiri Rumah Perubahan dan Jacky Chen, CEO dari Huawei Indonesia.

Kemitraan dengan Mahir Academy merupakan wujud komitmen kuat Huawei untuk mendukung Indonesia mengatasi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) TIK yang kompeten dan berketerampilan tinggi yang dibutuhkan industri. Kolaborasi ini akan membantu para siswa dan praktisi TIK mengasah kemampuan serta daya saing dalam karirnya.

Mahir Academy merupakan perusahaan start-up yang memberikan layanan dukungan pelatihan teknologi dan pengembangan yang digagas untuk meningkatkan keterampilan masa depan bagi generasi muda serta menciptakan kolaborasi dengan ekosistem yang andal.


Ini memberikan kesesuaian antara kebutuhan pada industri digital yang akan datang dengan munculnya SDM berkualitas tinggi yang sesuai, melalui platformnya. Tujuan Mahir Academy adalah membantu para tenaga profesional atau siswa untuk lebih siap menghadapi era disrupsi, menggunakan metode yang memadukan program pembelajaran, seri webinar, kursus pembelajaran online, serta teknologi aplikasi mobile.

Pengembangan program di Mahir Academy terkait dengan topik-topik yang mendukung program keterampilan masa depan seperti Internet of Things (IoT), akademi guru masa depan dan program transformasi digital. Dalam tiga bulan pertama pengembangannya, Mahir Academy berhasil menarik minat peserta baru untuk menggunakan layanan produknya di Indonesia.

Dengan penunjukkan sebagai HALP, instruktur pelatihan Mahir Academy akan memiliki Huawei Certified System Instructor (HCSI) dan akan dapat membuat kustomisasi yang mencakup beberapa teknologi, termasuk fifth-generation (5G), artificial intelligence (AI), keamanan saiber, IoT, Big Data, dan lainnya, mulai bulan September 2020.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia mengatakan, teknologi telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Beberapa tahun terakhir ini, dunia telah menyaksikan beragam terobosan teknologi. Industri TIK yang baru saat ini memiliki landasan berupa Komputasi Cloud, Big Data, Internet of Things, dan Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence.

“Keterampilan TIK dasar tidak lagi mencukupi untuk kebutuhan masa depan. Dengan demikian, mencari SDM dengan keterampilan dan kompetensi yang tepat merupakan hal yang penting, karena di masa depan kita cenderung bekerja di lingkungan yang jauh lebih kompleks, saling terhubung, tidak dapat diprediksi, serta terus berkembang.

Kemitraan dengan Mahir Academy mencerminkan komitmen kami untuk meletakkan pondasi dalam membangun kompetensi, keterampilan, dan daya saing SDM TIK masa depan dalam menangani teknologi canggih tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri dan membantu mempercepat keberhasilan transformasi digital di tanah air, terlebih lagi di era pasca pandemi. Kami dengan senang hati menunjuk Mahir Academy sebagai Huawei Authorized Learning Partner (HALP) dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pelanggan dan mitra kami serta masyarakat, yang dilakukan oleh pelatih bersertifikat,” tambah Jacky Chen.

“Suatu kehormatan bagi Mahir Academy yang ditunjuk sebagai Huawei Authorized Learning Partner (HALP). Dunia telah memasuki era baru yang didukung oleh perkembangan teknologi di mana semuanya saling terhubung. Saat ini segalanya menjadi lebih online, lebih banyak lagi tentang teknologi, big data & real-time yang menjadi tambang emas bagi dunia saat ini.

Dan pada HUT RI ke-75 ini, kita harus fokus pada sumber daya manusia yang bertalenta digital, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang memungkinkan kita untuk membuka kunci keterampilan masa depan yang dibutuhkan. Namun penting juga untuk mengoptimalkan kerjasama, khususnya dengan Huawei yang fokus pada inovasi dan R&D,” ujar Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, pendiri Rumah Perubahan.

Selama lebih dari 20 tahun, Huawei terus mempromosikan pengembangan ekosistem SDM TIK di Indonesia melalui kegiatan seperti pelatihan TIK untuk dosen dan mahasiswa, kompetisi TIK, program magang mahasiswa, akselerasi e-learning, dan program Seeds for the Future.

HALP atau Huawei Authorized Learning Partner adalah organisasi pelatihan profesional, yang bekerja sama dengan Huawei menyediakan kursus pelatihan kepada mitra Huawei, pelanggan enterprise, pelajar, dan individu lainnya, berkomitmen untuk pengembangan talenta TIK. Secara global, Huawei bekerja sama dengan lebih dari 100 HALP di 170+ negara, didukung oleh 400+ pelatih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti