Huawei Jadi Pemenang Saat Apple, Xiaomi, dan Honor Tersungkur di Festival 618



KONTAN.CO.ID - Penjualan smartphone di China turun 13% secara tahunan selama festival belanja 618 yang berlangsung hampir satu bulan.

Kenaikan harga memori membuat produsen ponsel memiliki ruang yang lebih sempit untuk memberikan diskon besar kepada konsumen.

Baca Juga: Prediksi Argentina vs Mesir: Messi Tantang Salah di 16 Besar Piala Dunia 2026


Berdasarkan data Counterpoint Research, penjualan smartphone pada periode 26 Mei hingga 21 Juni 2026 menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hampir seluruh merek utama di China mencatat penurunan penjualan dua digit, kecuali Huawei yang justru membukukan pertumbuhan.

Penjualan Honor anjlok 33% dibandingkan tahun lalu, sementara Xiaomi mencatat penurunan sebesar 24%. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya promosi dibandingkan festival 618 tahun sebelumnya.

Analis Senior Counterpoint Research Ivan Lam mengatakan, kenaikan harga memori akibat pesatnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah meningkatkan biaya produksi smartphone sepanjang tahun ini.

Baca Juga: AS Tersingkir! Belgia Menang 4-1 dan Tantang Spanyol di Perempat Final Piala Dunia

Akibatnya, produsen ponsel tidak memiliki banyak ruang untuk menawarkan potongan harga yang agresif selama festival 618, yang selama ini menjadi salah satu indikator utama daya beli konsumen di sektor e-commerce China.

"Beberapa model lama maupun baru dari merek smartphone China dibanderol lebih mahal dibandingkan produk sejenis tahun lalu. Selain itu, diskon pada festival 618 tahun ini juga tidak sebesar tahun lalu, baik dari sisi besaran potongan harga maupun jumlah produk yang mendapatkan promo," ujar Ivan Lam dilansir Reuters, Selasa (7/7/2026).

Ia menambahkan, harga produk Apple secara umum tidak banyak berubah. Namun, potongan harga yang diberikan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut juga lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Huawei menjadi satu-satunya produsen besar yang mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan selama festival 618.

Baca Juga: Belgia Hancurkan AS 4-1, Mimpi Tuan Rumah Buyar di Babak 16 Besar

Perusahaan tersebut menguasai pangsa pasar sebesar 21% dengan kenaikan penjualan 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Model Enjoy 90 Pro Max menjadi produk terlaris Huawei, sementara seri Mate 80 juga mencatatkan penjualan yang kuat berkat dukungan berbagai program promosi.

Di sisi lain, penjualan Apple turun 9% secara tahunan, meskipun perusahaan berhasil naik ke posisi kedua pasar smartphone China setelah meluncurkan berbagai program insentif sekitar satu bulan sebelum puncak festival pada 18 Juni.

Apple menawarkan potongan harga hingga 2.000 yuan atau sekitar US$295 untuk seri iPhone 17 Pro melalui kombinasi penurunan harga resmi, subsidi dari platform e-commerce, serta program tukar tambah (trade-in).

Meski demikian, penjualan Apple tetap lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena promosi untuk seri iPhone 16 pada festival 618 tahun sebelumnya dinilai jauh lebih agresif.

Festival belanja 618 awalnya merupakan perayaan satu hari untuk memperingati hari jadi JD.com pada 18 Juni 1998.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas: Rudal Iran Hantam Kapal Komersial!

Kini, acara tersebut berkembang menjadi kampanye diskon selama hampir satu bulan yang diikuti berbagai platform e-commerce besar di China.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, festival belanja terbesar di China mulai kehilangan daya tariknya. Periode diskon yang semakin panjang serta melemahnya sentimen konsumen membuat minat masyarakat untuk membeli barang non-primer, termasuk smartphone, terus berkurang meski ditawarkan dengan harga lebih murah.

Counterpoint memperkirakan festival 618 memang membantu pemulihan penjualan smartphone pada Juni dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, lembaga riset tersebut memperkirakan pasar akan kembali memasuki perlambatan musiman setelah festival berakhir dan pengiriman smartphone sepanjang 2026 berpotensi mencatat penurunan dua digit.