Huawei Kian Percaya Diri, Chip AI Baru Dilirik ByteDance dan Alibaba



KONTAN.CO.ID - Huawei mencatat kemajuan dalam pengembangan chip kecerdasan buatan (AI) terbarunya.

Raksasa teknologi asal China ini dikabarkan mulai menarik minat perusahaan teknologi besar seperti ByteDance dan Alibaba.

Melansir Reuters Jumat (27/3/2026) menurut sumbernya menyebutkan, uji coba chip AI terbaru Huawei, yakni 950PR menunjukkan hasil positif.


Baca Juga: Singapura Siapkan Diri Jadi Pusat Perdagangan Emas Asia

Sejumlah perusahaan teknologi disebut berencana melakukan pemesanan dalam waktu dekat.

Perkembangan ini menjadi tonggak penting bagi Huawei, yang sebelumnya kesulitan mendorong adopsi chip andalannya, Ascend 910C, di kalangan perusahaan swasta China.

Kini, minat terhadap chip 950PR meningkat karena dinilai lebih kompatibel dengan ekosistem perangkat lunak milik Nvidia, khususnya CUDA, serta memiliki kecepatan respons yang lebih baik.

Huawei disebut menargetkan pengiriman sekitar 750.000 unit chip 950PR sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Yuan China Dekati Level Terendah 3 Minggu, Didorong Permintaan Aman ke Dolar

Sampel chip telah didistribusikan ke pelanggan sejak Januari, dengan produksi massal diperkirakan dimulai bulan depan.

Pengiriman skala besar diproyeksikan berlangsung pada paruh kedua 2026.

Peluncuran chip ini juga terjadi di tengah tekanan terhadap Nvidia di pasar China.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) membatasi ekspor sejumlah chip AI Nvidia ke China dengan alasan keamanan nasional, khususnya kekhawatiran terkait potensi penggunaan militer.

Meski demikian, pemerintah AS sebelumnya masih mengizinkan penjualan chip H200 milik Nvidia dengan sejumlah pembatasan.

Chip tersebut juga telah mendapat persetujuan dari otoritas China, meski waktu masuknya ke pasar masih belum pasti.

Baca Juga: Emas Naik Didukung Dolar Melemah Jumat (27/3), Tapi Menuju Penurunan Mingguan Keempat

Huawei sebelumnya telah mengungkap rencana pengembangan chip ini pada September lalu sebagai bagian dari strategi jangka panjang di sektor semikonduktor.

Dari sisi harga, chip 950PR berbasis memori DDR diperkirakan dijual sekitar 50.000 yuan per unit. Sementara versi premium dengan memori HBM dibanderol sekitar 70.000 yuan.

Selain peningkatan kompatibilitas, chip terbaru ini juga memudahkan pengembang untuk bermigrasi dari sistem lama. Jika sebelumnya Huawei mengandalkan sistem CANN miliknya, kini pendekatan baru memungkinkan integrasi lebih mulus dengan ekosistem yang telah digunakan luas oleh perusahaan teknologi China.

Secara performa, peningkatan daya komputasi chip ini relatif terbatas dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca Juga: Setelah Banyak Tokoh Meninggal, Siapa yang Menjalankan Iran Sekarang?

Namun, 950PR dirancang lebih optimal untuk kebutuhan inference, yakni proses menjalankan model AI yang telah dilatih untuk menjawab pertanyaan atau mengeksekusi tugas.

Permintaan komputasi inference di China saat ini meningkat pesat, seiring pergeseran fokus industri dari pengembangan model menuju implementasi AI di dunia nyata.

Tren ini turut didorong oleh adopsi agen AI open-source seperti OpenClaw.