Huawei Petakan Kebutuhan 36 Juta Talenta Digital Baru hingga Tahun 2030



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dan transformasi digital mendorong perubahan besar terhadap kebutuhan kompetensi tenaga kerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Di tengah percepatan adopsi teknologi digital, industri  membutuhkan peta keterampilan dan pengembangan talenta yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Kebutuhan tersebut mencakup kemampuan di bidang AI, cloud computing, jaringan, hingga internet of things (IoT) yang diperkirakan akan semakin dominan dalam ekosistem digital global.

Melihat perubahan tersebut, Huawei bersama IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium meluncurkan white paper bertajuk ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World.


Dokumen ini memuat tren perubahan profesi ICT, kebutuhan keterampilan baru, serta jalur pengembangan kompetensi di era dunia yang semakin cerdas dan terhubung.

Dokumen strategis ini memetakan lanskap kebutuhan tenaga kerja digital. DIiprediksi akan tercipta 36 juta posisi baru pada tahun 2030 yang sangat bergantung pada keahlian AI dan keamanan siber. White paper ini diharapkan menjadi kompas bagi universitas dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Baca Juga: Chery Catat Rekor Pengiriman Global Bulanan Tertinggi pada April 2026 Kebutuhan penguatan talenta digital tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi digital kawasan Asia Tenggara. Dukungan terhadap pengembangan ekosistem digital regional terus diperkuat melalui implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang diproyeksikan mampu mendorong nilai ekonomi digital ASEAN mencapai US$ 2 triliun pada 2030.

Kolaborasi antara Huawei dan ASEAN Foundation tidak hanya fokus pada kompetisi, juga memperkuat ekosistem startup melalui portal Startup ASEAN yang menghubungkan lebih dari 10.000 perusahaan rintisan.

Peluncuran white paper bersamaan dengan penyelenggaraan kompetisi tahunan Huawei ICT Competition APAC ke-10 di Jakarta.

"Pada penyelenggaraan ke-10 ini, kami berharap menghadirkan dampak yang lebih besar dengan terus mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mendukung lahirnya generasi talenta digital berikutnya di kawasan Asia Pasifik,"  kata Peter Pan, Vice President Huawei Asia Pasifik, Rabu (13/5). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News