KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dan transformasi digital mendorong perubahan besar terhadap kebutuhan kompetensi tenaga kerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Di tengah percepatan adopsi teknologi digital, industri membutuhkan peta keterampilan dan pengembangan talenta yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Kebutuhan tersebut mencakup kemampuan di bidang AI, cloud computing, jaringan, hingga internet of things (IoT) yang diperkirakan akan semakin dominan dalam ekosistem digital global. Melihat perubahan tersebut, Huawei bersama IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium meluncurkan white paper bertajuk ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World.
Huawei Petakan Kebutuhan 36 Juta Talenta Digital Baru hingga Tahun 2030
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dan transformasi digital mendorong perubahan besar terhadap kebutuhan kompetensi tenaga kerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Di tengah percepatan adopsi teknologi digital, industri membutuhkan peta keterampilan dan pengembangan talenta yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Kebutuhan tersebut mencakup kemampuan di bidang AI, cloud computing, jaringan, hingga internet of things (IoT) yang diperkirakan akan semakin dominan dalam ekosistem digital global. Melihat perubahan tersebut, Huawei bersama IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium meluncurkan white paper bertajuk ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World.