HUT 94 Tahun Nojorono Kudus: Merajut Karsa Selaras Waktu Melalui Kompetisi Fotografi
Jumat, 23 Oktober 2026 10:35 WIB
Oleh: Native Team | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu pemain utama dalam industri sigaret Tanah Air, PT Nojorono Tobacco International (Nojorono Kudus), menandai perjalanan usianya yang ke-94 tahun dengan pendekatan yang melibatkan publik. Perusahaan menggelar kompetisi fotografi bertajuk "Berkarya Lewat Lensa" sebagai bagian dari refleksi agar tetap relevan di setiap fase pertumbuhan bisnisnya. Mengusung tema utama "Mawa Daya: Merajut Karsa Selaras Dengan Waktu", kompetisi yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026 ini mendapat animo positif. Tercatat, program ini berhasil menghimpun lebih dari 1.700 karya fotografi yang berasal dari kalangan jurnalis maupun masyarakat umum di berbagai wilayah Indonesia. Corporate Communication Head PT Nojorono Tobacco International, Eliza Susanto, menyatakan bahwa karya-karya yang masuk tidak sekadar menjadi dokumentasi visual, melainkan bentuk interpretasi dan ragam perspektif masyarakat terhadap perjalanan panjang sebuah perusahaan.
"Melalui karya para peserta, kami melihat bagaimana nilai-nilai luhur diterjemahkan sesuai konteks zamannya. Bagi kami, inilah makna sesungguhnya dari menjaga warisan yang selaras dengan waktu, yakni ketika nilai yang diwariskan tetap hidup, relevan, dan bertumbuh adaptif bersama generasi yang terus bergerak maju," ungkap Eliza dalam keterangannya, Kamis (22/10).
Dalam pelaksanaannya, Nojorono Kudus memastikan independensi proses kurasi dengan menggandeng praktisi profesional. Dewan juri terdiri dari perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan pewarta foto media nasional. Matriks penilaian difokuskan pada orisinalitas gagasan, kekuatan visual, serta keselarasan karya dengan tema yang diusung perusahaan. Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dwi Pambudo, menilai bahwa narasi visual merupakan medium yang efektif untuk menerjemahkan nilai dan perjalanan institusi menjadi sesuatu yang relevan dan mudah dipahami oleh khalayak luas.
"Banyak peserta berhasil menunjukkan bahwa merawat nilai yang diwariskan sembari menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman bukan hanya dilakukan oleh sebuah perusahaan, tetapi juga oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari," jelas Dwi. Dari proses kurasi yang ketat terhadap ribuan submisi, dewan juri telah memilih 12 pemenang. Rinciannya, enam pemenang dari kategori wartawan dan enam pemenang dari kategori umum. Penetapan pemenang didasarkan pada kekuatan narasi visual yang autentik serta penyelarasan teknis fotografi yang matang. Sebagai informasi, PT Nojorono Tobacco International yang berdiri sejak 14 Oktober 1932 saat ini masuk ke dalam jajaran lima besar industri sigaret di Indonesia. Perusahaan ini dikenal dengan produk pelopor inovasi sigaret kretek tangan (SKT) Minak Djinggo, serta produk sigaret kretek mesin (SKM) rendah tar dan nikotin (LTLN), Clas Mild. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News