KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menyongsong 80 tahun Indonesia merdeka, nelayan tradisional mendesak pemerintah untuk lebih serius melindungi ruang hidup pesisir dari ancaman krisis iklim dan ketidakadilan struktural. Ketua Bidang Kebijakan Publik Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Niko Amrulloh menilai hingga kini nelayan kecil masih terjebak dalam kemiskinan, keterbatasan akses energi dan pasar, serta minim perlindungan dari dampak iklim ekstrem. “Delapan puluh tahun merdeka seharusnya berarti hak-hak dasar nelayan dijamin negara, sesuai amanat konstitusi,” kata Niko dalam keterangannya, Minggu (17/8/2025).
HUT ke-80 RI, Nelayan Tradisional Desak Negara Hadir Hadapi Krisis Iklim
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menyongsong 80 tahun Indonesia merdeka, nelayan tradisional mendesak pemerintah untuk lebih serius melindungi ruang hidup pesisir dari ancaman krisis iklim dan ketidakadilan struktural. Ketua Bidang Kebijakan Publik Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Niko Amrulloh menilai hingga kini nelayan kecil masih terjebak dalam kemiskinan, keterbatasan akses energi dan pasar, serta minim perlindungan dari dampak iklim ekstrem. “Delapan puluh tahun merdeka seharusnya berarti hak-hak dasar nelayan dijamin negara, sesuai amanat konstitusi,” kata Niko dalam keterangannya, Minggu (17/8/2025).