Hutama Karya Genggam Kontrak Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket 3



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jalan tol baru untuk akses ke Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, mulai digarap pada akhir tahun ini oleh PT Hutama Karya. 

Hutama Karya secara spesifik mengerjakan paket 3 (STA. 28+000 s/d STA.33+500) dengan panjang mencapai 5,5 kilo meter (km). Sementara itu, pengerjaannya akan dimulai pada awal tahun 2024 dengan waktu pelaksanaan selama 700 hari kalender.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan pembangunan jalan tol ini sangat ditunggu dan menentukan keberhasilan Pelabuhan Patimban untuk melayani arus logistik barang di bagian timur Jakarta.


"Tol ini sangat strategis. Tidak hanya arus logistiknya, namun juga untuk mengendalikan traffic di Jakarta ke arah baratnya. Jadi produk-produk di sebelah timur tidak perlu ke barat dulu untuk ekspor dan impornya, tetapi langsung ke timur sehingga memecah beban traffic di Jakarta," ujar Basuki dalam keterangan tertulis yang dikutip Kontan, Jumat (17/11). 

Baca Juga: Hutama Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket 3

EVP Sekretaris Perusahaan Tjahjo Purnomo menjelaskan proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi adalah Rp 882,6 Miliar.

"Hadirnya jalan tol yang akan menghubungkan antara Jalan Tol Cikampek – Palimanan di sisi Selatan dengan Pelabuhan Patimban di sisi Utara ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Subang dan sekitarnya, serta meningkatkan daya saing Indonesia melalui kemudahan jalur distribusi logistik," jelasnya. 

Lebih rinci, Tjahjo menjelaskan akan dibangun sejumlah fasilitas struktur seperti Pile Slab 6 Segmen sepanjang 954,5 m, 6 buah jembatan mainroad, 3 buah overpass atau jalan layang, 2 buah box pedestrian jalur khusus yang dibangun melintas di atas jalan raya untuk mengoptimalkan keselamatan lalu lintas di sekitar jalan tol yang dibangun.

Baca Juga: Target Kontrak Baru Acset Indonusa (ACST) Terlampaui

Dengan sejumlah portofolio yang dimiliki perusahaan dalam mengerjakan proyek jalan tol, Hutama Karya optimis dapat menyelesaikan proyek sesuai target waktu yang ditentukan.

Hal ini didorong dengan berbagai strategi seperti penggunaan digitalisasi konstruksi pada tahap perencanaan hingga pembangunan, serta SDM (Sumber Daya Manusia) berkualitas diterapkan agar proyek yang dibangun memiliki mutu yang terbaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli