Hutama Karya Kebut Pengerjaan Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di empat provinsi sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah di sektor pendidikan.

Proyek ini mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara, dengan target kesiapan fasilitas menjelang tahun ajaran baru. Penugasan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.

Berbeda dengan proyek tunggal, pembangunan ini dilakukan secara serentak di berbagai lokasi dengan tantangan koordinasi lintas wilayah dan kesetaraan standar mutu.


Baca Juga: Waskita Karya Bakal Garap Proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur Senilai Rp 1,16 Triliun

Hutama Karya menerapkan pola percepatan terintegrasi, mulai dari sinkronisasi tahapan kerja, mobilisasi sumber daya, hingga penguatan pengawasan agar seluruh proyek berjalan sesuai target.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut proyek ini mencerminkan kesiapan perusahaan dalam menangani pembangunan berskala luas secara simultan.

Ia menekankan tantangan utama tidak hanya pada pelaksanaan konstruksi di banyak titik, tetapi juga memastikan setiap lokasi memenuhi standar mutu dan siap difungsikan secara bersamaan.

"tantangan utama bukan hanya membangun di banyak titik sekaligus, melainkan memastikan seluruh lokasi bergerak dalam standar mutu dan target fungsi yang sama agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/5).

Secara sebaran, proyek di Banten berada di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, sementara di DKI Jakarta difokuskan pada kawasan perkotaan padat.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Raih Proyek Sekolah Rakyat di Sumsel Senilai Rp 719,25 Miliar

Di Sulawesi Barat, pembangunan dilakukan di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar, serta di Maluku Utara mencakup Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Setiap kawasan Sekolah Rakyat dibangun secara terintegrasi dengan fasilitas lengkap, mulai dari gedung sekolah, asrama, rumah susun guru, hingga infrastruktur pendukung seperti masjid, gedung serbaguna, kantin, dan gudang.

Untuk menjaga percepatan tanpa mengorbankan kualitas, perusahaan menjalankan pekerjaan secara paralel di seluruh lokasi serta memperkuat koordinasi internal dan pengawasan mutu.

Proyek ini juga mencerminkan peran BUMN konstruksi tidak hanya sebagai pelaksana pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah.

Dengan pendekatan tersebut, Hutama Karya menargetkan seluruh fasilitas dapat segera difungsikan dan mendukung operasional pendidikan sejak awal tahun ajaran baru.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Garap Proyek Sekolah Rakyat di Kalbar, Nilainya Rp 728,44 Miliar

"Bagi perusahaan, proyek ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan negara lebih dekat ke ruang belajar anak-anak Indonesia," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News