Hutama Karya Targetkan Bendungan Ameroro Impounding di Akhir November 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) berupaya mempercepat penyelesaian proyek Bendungan Ameroro Paket II. Hutama Karya menargetkan proyek ini dapat impounding pada akhir bulan November 2023 mendatang. 

Proyek yang berlokasi di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ini, digarap uUtama Karya melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan, pembangunan Bendungan Ameroro dimulai sejak bulan April 2021 dan progres saat ini sudah mencapai 96,5%. Proyek ini tinggal menyisakan beberapa pekerjaan lagi di antaranya menyelesaikan peluncur spillway (bangunan pelengkap dari bendungan yang berfungsi sebagai pengaman terhadap bahaya air banjir) sebanyak sembilan blok serta impounding (pengisian awal bendungan). 


"Sehingga proyek ini kami targetkan selesai lebih cepat dari master schedule yang telah ditentukan,” ujar Tjahjo, dalam keterangan resmi, Sabtu (30/9). 

Baca Juga: Target Rampung Juni 2024, Hutama Karya Mulai Garap Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3

Dengan total nilai kontrak sebesar Rp 570 miliar, Hutama Karya melakukan serangkaian pekerjaan yang meliputi persiapan, pembangunan akses jalan, bangunan pelimpah, pembuatan landscape, penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi, pemasangan hidromekanikal hingga clearing area genangan.

Bendungan dengan total luas lahan 578,78 Ha yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan memiliki kapasitas tampung 98 juta m3 dengan luas genangan 380 Ha, berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3.363 Ha. 

Kehadiran bendungan ini nantinya akan menjadi pengendali banjir dan memperluas jaringan irigasi untuk pertanian. Sebelum ada bendungan, petani hanya panen dua kali dalam setahun sedangkan setelah adanya bendungan diharapkan dapat panen tiga kali dalam setahun.

Selain itu bendungan ini akan meningkatkan jaringan irigasi yang awalnya hanya 1.903 Ha menjadi 3.363 Ha sehingga dapat dirasakan hingga 3 Kecamatan di Kabupaten Konawe.

Sebagai catatan, Hutama Karya telah memiliki portofolio yang baik dengan merampungkan beberapa proyek bendungan besar seperti Bendungan Bintang Bano (Nusa Tenggara Barat), Bendungan Bendo, Bendungan Semantok, Bendungan Gongseng (Jawa Timur) dan Bendungan Ladongi (Sulawesi Tenggara).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati