Hutchison akuisisi O2 sebesar US$ 15 miliar



LONDON. Baru awal tahun, Li Ka-shing sudah sibuk membidik target akuisisi. Orang terkaya di Hong Kong ini siap membelanjakan total dana US$ 45 miliar.

Bisnis halo-halo Li Ka-shing, Hutchison Whampoa Ltd tengah dalam pembicaraan eksklusif untuk membeli operator telekomunikasi terbesar kedua Inggris O2. Tak tanggung-tanggung, nilai transaksi bisa mencapai £ 10,25 miliar atau setara US$ 15 miliar.

Hutchison akan membeli saham O2 dari perusahaan Spanyol, Telefonica. Hutchinson telah memiliki jaringan mobil Three. Dengan tambahan O2, Hutchison akan menciptakan grup mobile terbesar di Inggris.


Nah, upaya ini kemungkinan juga akan mendapat ganjalan dari regulator. Kesepakatan ini harus disetujui oleh regulator persaingan usaha di Brussels.

BBC melaporkan, kalau rencana ini mulus, operator telepon Inggris akan berkurang dari empat saat ini menjadi tiga. Keempat operator ini adalah O2, EE, Vodafone dan Three. "Komisi Eropa memandang positif konsolidasi operator telepon ini menjadi tiga," kata Frank Sixt, Group Finance Director Hutchison Whampoa.

Mark Newman, Kepala Riset telekomunikasi Ovum menilai, masih ada kekhawatiran lain soal konsolidasi operator telepon. "Pertanyaan besarnya adalah, apakah konsolidasi ini akan menghasilkan kenaikan tarif," kata dia. Ia mencontohkan, Austria yang mengurangi jumlah operator dari lima menjadi tiga opetaor malah mencatat kenaikan harga.

Dalam pernyataan, Hutchison menyatakan bahwa negosiasi dengan Telefonica akan perlu waktu beberapa pekan. "Para pemegang harus mencatat bahwa negosiasi ini bisa menghasilkan transaksi atau tidak," kata Hutchison dalam pernyataan ke bursa Hong Kong.

Musim belanja

Pengumuman ini muncul tiga hari setelah unit bisnis Li Ka-shing sepakat membeli bisnis kereta Inggris, Eversholt Rail Group. Nilai akuisisi ini £ 1,1 miliar.

Dua pekan lalu, miliarder ini juga mengumumkan aksi korporasi terbesar di awal tahun, yakni merger dua perusahaan utamanya, Cheung Kong Holdings Ltd dan Hutchison Whampoa. Nilai merger mencapai lebih dari US$ 20 miliar. Selanjutnya, Li akan memisahkan aset properti.

Taipan berusia 86 tahun ini juga merupakan salah satu peminat Fortum Oyj, perusahaan listrik Swedia. Menurut sumber, nilai akuisisi perusahaan listrik ini bisa mencapai lebih dari US$ 5 miliar.

Belum bisa diprediksi apa ekspansi dan akuisisi taipan ini pada bulan-bulan selanjutnya. Yang jelas, Li Ka-shing menggelar langkah reorganisasi kerajaan bisnis sebelum menyerahkan kendali pada anak tertuanya, Victor Li.

Kalai Pillay, Kepala Riset Industri Asia Pasifik Fitch Rating mengatakan, profil perusahaan Li  Ka-shing pelan-pelan berubah menjadi perusahaan yang mengedepankan aliran kas berkelanjutan. "Li akan membidik bisnis dengan hasil jangka panjang," kata Pillay kepada Bloomberg.