HyperOS 3 Picu Bootloop di HP Xiaomi, Ini Cara Mengatasinya



KONTAN.CO.ID - HyperOS 3 ternyata membawa sedikit gangguan, khususnya perangkat Xiaomi impor yang menggunakan Global ROM tidak resmi. 

Setelah melakukan update, beberapa pengguna mengeluhkan ponsel tidak bisa menyala normal dan hanya terjebak di bootloop atau recovery mode.

Mengutip laporan Gizmochina, masalah ini banyak dialami oleh pengguna ponsel Xiaomi versi China yang dijual melalui jalur gray market atau tidak resmi dan telah dimodifikasi agar menggunakan ROM Global.


Baca Juga: Xiaomi 17 Max Siap Meluncur: Bawa Baterai 8.000 mAh, Terbesar di Kelas Flagship

Apa Itu Kondisi Brick pada Smartphone?

Dalam skena gadget, istilah brick merujuk pada kondisi ketika perangkat tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya akibat kegagalan sistem.

Smartphone yang mengalami brick umumnya tidak bisa masuk ke sistem operasi, hanya berhenti di logo, masuk ke bootloop, atau terkunci di recovery mode.

Dalam kasus tertentu, ponsel yang brick masih bisa diperbaiki melalui pemulihan sistem (soft brick). Dalam keadaan yang lebih parah, perangkat bisa benar-benar tidak dapat digunakan (hard brick).

Baca Juga: Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra: Perbandingan Lengkap Spesifikasi Unggulan

Penyebab Brick pada HyperOS 3

Berdasarkan laporan pengguna dan komunitas Xiaomi, HyperOS 3 membawa sistem pemeriksaan wilayah (region lock check) yang lebih ketat dibandingkan versi sebelumnya.

Sederhananya, sistem ini bekerja dengan mencocokkan wilayah hardware ponsel dengan wilayah software atau ROM yang terpasang.

Masalah muncul pada ponsel Xiaomi versi China yang sebelumnya dipasang ROM Global hasil konversi. 

Saat HyperOS 3 mendeteksi adanya ketidaksesuaian antara wilayah perangkat keras dan perangkat lunak, sistem operasi gagal memuat (failed to boot). Akibatnya, ponsel terjebak di bootloop atau langsung masuk ke recovery mode.

Xiaomi menilai ROM Global hasil konversi sebagai instalasi perangkat lunak tidak resmi. Oleh karena itu, perusahaan tidak mengategorikan masalah ini sebagai bug.

Baca Juga: Redmi Note 14 Pro+ vs Redmi Note 15 Pro+: Mana Pilihan Tepat untuk 2026?

Perangkat Xiaomi Impor Paling Rentan

Perangkat yang paling berisiko mengalami masalah ini umumnya adalah ponsel Xiaomi impor dari China yang dijual melalui jalur gray market.

Umumnya, perangkat dari gray market sejak awal telah dimodifikasi agar dapat menjalankan layanan Google dan fitur Global ROM, meskipun secara resmi ditujukan untuk pasar China.

Pada versi HyperOS sebelumnya, metode konversi ROM tersebut masih dapat berjalan normal. Namun, HyperOS 3 menutup celah tersebut dengan sistem keamanan wilayah yang lebih ketat.

Baca Juga: Redmi Note 15 5G Versi Global Rilis Januari 2026, Ini Spesifikasi dan Harganya

Cara Mengatasi HP Xiaomi Brick Setelah Update HyperOS 3

Ada solusi sementara yang dilaporkan berhasil mengatasi masalah brick pada HyperOS 3, yaitu dengan memanfaatkan fitur emergency rollback bawaan sistem Xiaomi.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dicoba:

  • Lakukan force restart berulang kali
    • Tekan dan tahan tombol daya untuk memaksa ponsel mati, lalu nyalakan kembali. Ulangi proses ini sekitar 10 hingga 15 kali berturut-turut.
  • Tunggu sistem mendeteksi kegagalan booting
    • Reboot berulang akan memicu sistem mendeteksi kegagalan startup secara terus-menerus.
  • Biarkan proses rollback berjalan otomatis
    • Jika berhasil, ponsel akan secara otomatis melakukan rollback ke HyperOS 2.2 tanpa perlu flashing manual.
  • Ponsel akan menyala normal setelah rollback selesai
    • Setelah proses ini rampung, perangkat seharusnya dapat digunakan kembali seperti biasa.
Baca Juga: Perbedaan POCO M8 Pro dan POCO M8: Chipset, Layar, Kamera, dan Baterai

Setelah ponsel kembali normal dan menjalankan HyperOS 2.2, pengguna sangat disarankan untuk melakukan langkah pencegahan berikut:

  • Nonaktifkan pembaruan sistem otomatis melalui menu Pengaturan
  • Hindari update ke HyperOS 3 selama menggunakan ROM Global tidak resmi
  • Pertimbangkan untuk menggunakan ROM resmi sesuai wilayah hardware jika ingin pembaruan jangka panjang yang aman
Gizmochina mencatat, pembaruan sistem ke versi terbaru sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati, karena pembatasan wilayah di HyperOS 3 berpotensi menyebabkan perangkat tidak dapat digunakan.

Baca Juga: POCO F8 Pro vs F8 Ultra: Perbandingan Chipset, Kamera, Layar, dan Baterai

Selanjutnya: Jaga Stabilitas Rupiah, Kemenkeu Siapkan SBN Valas untuk Tampung DHE SDA

Menarik Dibaca: Wajah Mulus: Hindari 4 Bahaya Fatal Memencet Jerawat Sendiri & Tips Mengatasinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News