Hyundai Andalkan Hybrid dan Layanan Antisipasi Kenaikan BBM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyiapkan strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dapat menekan daya beli konsumen otomotif.

Chief Operating Officer  Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, salah satu langkah utama yang ditempuh adalah menjaga keseimbangan portofolio produk berdasarkan jenis sumber energi atau powertrain.

Menurutnya, Hyundai tidak hanya fokus pada kendaraan listrik (electric vehicle/EV), tetapi juga menyediakan pilihan lain seperti kendaraan bermesin konvensional (ICE) dan hybrid untuk menyesuaikan preferensi konsumen.


Baca Juga: Konflik Timur Tengah Kerek Harga Bahan Baku Hingga 40%, Harga Cat Bisa Naik 10%

“Yang pertama tadi pastinya kan produk yang seperti saya sampaikan kita pengin punya balance powertrain sehingga customer punya choices. Ada beberapa customer yang pastinya tidak bisa pindah gitu ya ke mobil listrik karena dia fanatik. Kita tidak akan paksakan,” ujarnya usai acara Hyundai Premium Courtesy Car Program di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Fransiscus menambahkan, pengembangan kendaraan hybrid menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang belum siap beralih ke EV sepenuhnya.

Selain dari sisi produk, Hyundai juga memperkuat strategi melalui peningkatan layanan purnajual. Salah satunya dengan menghadirkan program premium courtesy car, yakni fasilitas mobil pengganti bagi pelanggan yang kendaraannya tengah menjalani servis.

Ia menilai, penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap dinamika kondisi global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi pasar otomotif.

“Salah satu bentuk kepedulian kita terhadap apa situasi yang sedang terjadi baik itu globally ataupun secara nasional,” katanya.

Sebelumnya,  PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatatkan peningkatan pangsa pasar pada kuartal I-2026 di tengah kondisi pasar otomotif yang relatif stagnan.

Baca Juga: Penjualan Tetap Stabil, Pangsa Pasar Hyundai Naik Jadi 2,8% di Kuartal I-2026

Chief After Sales Officer  Hyundai Motors Indonesia Nina Violenty mengungkapkan, pangsa pasar Hyundai naik dari 2,5% di awal tahun menjadi 2,8% per Maret 2026. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap produk Hyundai.

“Jadi itu menunjukkan animonya luar biasa. Pastinya kan memang itu juga di-drive dari kita punya Stargazer,” ujar Nina usai acara Hyundai Premium Courtesy Car Program di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Dia menambahkan, momentum Ramadan dan Lebaran turut menjadi katalis penjualan, terutama untuk kebutuhan mudik. Permintaan terhadap model Hyundai meningkat signifikan pada periode tersebut.

Selain itu, kontribusi penjualan Hyundai masih ditopang oleh model andalan. Stargazer menyumbang sekitar 50% dari total penjualan, sementara kendaraan listrik (EV) berkontribusi sekitar 15%.

Di tengah kekhawatiran terhadap tekanan ekonomi seperti potensi inflasi dan kenaikan harga bahan bakar, Hyundai menilai kinerja penjualannya masih relatif stabil.

"Saat ini untuk brand kita sendiri cukup stabil ya, dan bahkan kita bisa bilang cukup balance, kontribusi untuk Stargazer kurang lebih 50% dengan market share yang tadi naik, kemudian EV kita juga cukup align dengan permintaan pasar ya di 15%. Jadi so far untuk Hyundai kita tetap stabil," tandas Nina. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News