Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) Resmikan Pabrik Pertama di Asia Tenggara



KONTAN.CO.ID - CIKARANG. Hyundai Motor Company, melalui PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) meresmikan pabrik pertamanya di Asia Tenggara yang berlokasi di Deltamas, Cikarang Tengah, Bekasi, Jawa Barat.

Peresmian ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah Indonesia untuk membangun pabrik di Indonesia, yang juga akan menjadi pusat manufaktur Hyundai di Asia Tenggara. 

Dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (16/3), pada Desember lalu, Hyundai telah menyelesaikan pembangunan pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 77,7 hektar dengan luas bangunan mencapai 18,8 hektar.


Pabrik yang memiliki nilai investasi sekitar US$ 1,55 miliar ini, akan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 150.000 unit, dan akan mencapai hingga 250.000 unit per tahun ke depannya.

Baca Juga: Hyundai Motors Indonesia (HMID) Telah Mengoperasikan 100 Dealer di Indonesia

"Pabrik ini akan memainkan peran penting dalam industri otomotif khususnya di bidang kendaraan listrik. Selain itu, Hyundai akan terus berkontribusi dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui sinergi pabrik baterai yang sedang kami kembangkan," ungkap Executive Chair Hyundai Motor Group, Euisun Chung, dalam keterangannya. 

Dia menuturkan, pabrik dari Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dibangun dengan mengedepankan visi Progress for Humanity yang dapat dilihat dari berbagai fasilitas yang tersedia. Mulai dari penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti solar panel yang dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik untuk operasional area Assembly Shop.

Selain itu, pada proses pengecatan kendaraan, Hyundai menggunakan cat berbasis air atau waterborne yang memiliki kandungan Volatile Organic Compound (VOC) lebih rendah dibandingkan jenis cat lain.

Pabrik Hyundai juga dilengkapi dengan safety training center yang menyediakan sesi pelatihan bagi seluruh karyawan serta mitra lokal yang akan terlibat dalam semua kegiatan di dalam pabrik. "Pusat pelatihan ini juga mengadopsi teknologi Virtual Reality (VR) sebagai bagian dari materi pelatihan untuk simulasi langsung di lapangan," tutur dia. 

Terdapat pula Mobility Innovation Center yang memiliki peran untuk mendorong pengembangan model produk strategis di ASEAN, dengan fasilitas yang beragam mulai dari lab material hingga fasilitas evaluasi berkendara.

Editor: Handoyo .