Hyundai Terus Komitmen Kembangkan EV di Tengah Ketidakpastian Insentif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan hingga saat ini masih mengacu pada regulasi kendaraan listrik yang berlaku secara resmi, di tengah belum adanya kepastian kebijakan insentif mobil listrik untuk 2026.

Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, perusahaan terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah sembari menyesuaikan strategi bisnis agar tetap kompetitif di pasar kendaraan listrik.

“Saat ini Hyundai mengacu pada regulasi yang masih berlaku secara resmi, sambil terus memantau perkembangan kebijakan dari pemerintah,” kata Fransiscus kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).


Menurutnya, dalam menetapkan harga dan strategi penjualan kendaraan listrik, Hyundai mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari regulasi hingga kondisi pasar.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Terancam Drop: Insentif di Tahun 2026 Masih Buram

“Dalam penetapan harga dan strategi penjualan EV, kami mempertimbangkan regulasi, struktur biaya, serta daya beli konsumen agar tetap kompetitif dan relevan,” ujarnya.

Terkait insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kendaraan listrik, Fransiscus mengungkapkan hingga kini belum ada arahan resmi dari pemerintah mengenai kelanjutannya di 2026. Meski demikian, komunikasi antara pelaku industri dan pemerintah tetap berjalan.

“Hingga saat ini belum ada arahan resmi terkait kelanjutan insentif PPN kendaraan listrik untuk 2026. Namun, komunikasi dengan pemerintah terus berjalan,” katanya.

Ia menegaskan komitmen Hyundai untuk terus mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus menyiapkan penyesuaian strategi seiring dengan kejelasan kebijakan yang akan datang.

“Kami tetap berkomitmen pada pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dan siap menyesuaikan strategi seiring kejelasan kebijakan ke depan,” pungkas Fransiscus.

Selanjutnya: Buruh Jakarta Desak Prabowo Intervensi UMP 2026, Ada Apa?

Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret Periode 8-21 Januari 2026, Derma Angel Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News