IAEA: Belum Ada Indikasi Serangan Israel dan AS Hantam Fasilitas Nuklir Iran



KONTAN.CO.ID - VIENNA. Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, International Atomic Energy Agency (IAEA), menyatakan belum menemukan indikasi bahwa serangan militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran telah menghantam fasilitas nuklir negara tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, dalam rapat Dewan Gubernur IAEA pada Senin (2/3). Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa saat sebelum perwakilan Iran menyebut salah satu fasilitas nuklirnya menjadi target serangan sehari sebelumnya.

Program nuklir Iran selama ini menjadi salah satu alasan utama di balik aksi militer Israel dan Amerika Serikat. Kedua negara menuding Teheran semakin dekat pada kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.


Baca Juga: Ini Negara-Negara di Asia yang Suplai Minyak dan LNG Bergantung dari Timur Tengah

Namun demikian, fasilitas nuklir Iran yang tersisa setelah serangan militer pada Juni lalu tampaknya sebagian besar masih utuh dalam eskalasi terbaru ini.

“Kami tidak memiliki indikasi bahwa instalasi nuklir mana pun mengalami kerusakan atau terkena serangan,” ujar Grossi dalam pernyataan resminya kepada Dewan Gubernur yang beranggotakan 35 negara.

Akses IAEA ke Iran Masih Terbatas

Meski demikian, dasar penilaian tersebut masih belum sepenuhnya jelas. Grossi mengakui bahwa IAEA belum berhasil menjalin komunikasi dengan otoritas nuklir Iran.

Sejak fasilitasnya diserang pada Juni lalu, Teheran belum mengizinkan inspektur IAEA kembali mengakses lokasi yang terdampak.

“Upaya untuk menghubungi otoritas regulasi nuklir Iran masih terus dilakukan, namun sejauh ini belum mendapat respons. Kami berharap saluran komunikasi penting ini dapat segera dipulihkan,” tambah Grossi.

Baca Juga: Perang Iran vs AS - Israel Hentikan Operasi Kilang dan Lapangan Migas Utama

Iran Klaim Natanz Diserang

Tak lama setelah pernyataan tersebut, Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, menyatakan bahwa kompleks nuklir utama Iran di Natanz menjadi sasaran serangan terbaru.

Natanz merupakan lokasi dua fasilitas pengayaan uranium Iran yang sebelumnya juga diserang pada Juni lalu. Salah satu fasilitas di atas permukaan tanah dilaporkan hancur, sementara fasilitas bawah tanah mengalami kerusakan serius.

“Kembali mereka menyerang fasilitas nuklir damai Iran yang berada di bawah pengawasan,” ujar Najafi kepada wartawan.

Saat ditanya fasilitas mana yang menjadi target, ia menjawab singkat: “Natanz.”