IATA Ajukan Tambahan RKAB 2 Juta Ton hingga Akhir Tahun 2026, Begini Progresnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) melaporkan telah mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah yang kini telah memasuki tahap evaluasi akhir. Emiten tambang batubara ini membidik kuota tambahan produksi hingga 2 juta ton guna memaksimalkan kinerja operasional hingga akhir tahun 2026.

Direktur Utama Karya Pacific Energy, Suryo Eko Hadianto menjelaskan, tambahan kuota tersebut sangat krusial untuk mendongkrak total volume produksi perseroan sepanjang tahun ini. Pihaknya berharap seluruh tahapan evaluasi berjalan lancar sehingga target perusahaan dapat terealisasi dengan optimal.

Baca Juga: Bekasi Fajar (BEST) Optimistis Penjualan Lahan Industri Positif pada Semester II-2026


“Ya, permintaan kita sampai sekitar totalnya 4 jutaan. Mudah-mudahan bisa didapatkan,” ujarnya usai acara konferensi pers launching logo baru IATA di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Karya Pacific Energy, Leader Dermawan Soli Daeli mengungkapkan, seluruh persyaratan teknis dalam pengajuan revisi RKAB sejatinya telah terpenuhi. Menurutnya, IATA memangkas besaran pengajuan dari rencana awal 7,8 juta ton menjadi tambahan 2 juta ton agar tetap realistis dengan sisa waktu operasional.

“Jadi pada prinsipnya semua matrix persaratan telah disetujui. Dan saat ini akhirnya menunggu approval dari direktur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Leader menambahkan, penyesuaian volume produksi ini telah memperhitungkan periode kerja yang relatif singkat menuju penutupan tahun. Di sisi lain, IATA juga mulai memperkuat infrastruktur pendukung seperti fasilitas pelabuhan untuk menyambut peningkatan kapasitas produksi tahun depan.

“Karena mengingat waktu ini kan tinggal September sampai Desember, tinggal 4 bulan. Jadi tidak masuk akal juga kalau kami ajukan (revisi RKAB) yang berlebihan,” tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini, Karya Pacific Energy mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi aktif, yakni IUP PT Putra Muba Coal (PMC), IUP PT Arthaco Prima Energy (APE), dan IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE).

Ketiga konsesi pertambangan tersebut secara akumulatif memiliki total sumber daya batubara mencapai 598 juta MT dan total cadangan (reserves) batubara sebesar 288 juta MT.

Baca Juga: Laba Integra Indocabinet (WOOD) Turun 25%, Pendapatan Rp 1,45 Triliun di Semester I

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News