KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Ahli Perminyakan Indonesia (IATMI) memberikan catatan terkait rencana pemerintah mengimplementasikan program E20. Pencampuran bensin dengan 20% etanol dinilai bakal menghadapi tantangan besar dari sisi pemenuhan pasokan bahan baku di dalam negeri. Sekretaris Jenderal IATMI, Hadi Ismoyo menjelaskan, kebutuhan bioetanol murni untuk program E20 sejatinya jauh lebih besar dari proyeksi awal. Berdasarkan perhitungannya, jika total konsumsi bensin domestik mencapai puluhan juta kiloliter (KL), pasokan bioetanol yang wajib disediakan melonjak drastis. "Dengan asumsi konsumsi bensin domestik 40 juta KL/tahun. Dengan target E20, di mana 20% blending dengan ethanol maka dibutuhkan sekitar 8 Juta KL/tahun," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (29/6/2026).
IATMI: Program E20 Butuh 8 Juta KL Bioetanol, Produksi Dalam Negeri Baru 0,5 Juta KL
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Ahli Perminyakan Indonesia (IATMI) memberikan catatan terkait rencana pemerintah mengimplementasikan program E20. Pencampuran bensin dengan 20% etanol dinilai bakal menghadapi tantangan besar dari sisi pemenuhan pasokan bahan baku di dalam negeri. Sekretaris Jenderal IATMI, Hadi Ismoyo menjelaskan, kebutuhan bioetanol murni untuk program E20 sejatinya jauh lebih besar dari proyeksi awal. Berdasarkan perhitungannya, jika total konsumsi bensin domestik mencapai puluhan juta kiloliter (KL), pasokan bioetanol yang wajib disediakan melonjak drastis. "Dengan asumsi konsumsi bensin domestik 40 juta KL/tahun. Dengan target E20, di mana 20% blending dengan ethanol maka dibutuhkan sekitar 8 Juta KL/tahun," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (29/6/2026).
TAG: