KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan korporasi Indonesia mulai bergeser dari sekadar alat pendukung produktivitas menjadi teknologi yang mampu menjalankan tugas dan mengambil keputusan secara lebih mandiri. Perkembangan ini mendorong perusahaan teknologi global IBM memperkenalkan berbagai solusi berbasis Agentic AI untuk membantu perusahaan mempercepat transformasi bisnis. General Manager IBM Asia Pacific, Hans Dekkers mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan Agentic AI sebagai pendorong pertumbuhan bisnis baru. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
"Agentic AI dapat menjadi pendorong fase pertumbuhan berikutnya dengan membantu organisasi bekerja lebih cerdas, berinovasi lebih cepat, dan berkembang secara bertanggung jawab," ujar Hans dalam IBM AI Leadership Exchange di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: IBM ASEAN Blak-Blakan Soal Tantangan Bisnis AI di Indonesia Menurut Hans, perkembangan AI di kawasan Asia Pasifik akan menjadi salah satu faktor utama penciptaan nilai ekonomi digital dalam beberapa tahun mendatang. IBM memperkirakan sekitar 50% nilai bisnis digital baru di Asia Pasifik pada 2030 akan didorong oleh pemanfaatan teknologi AI. Tren tersebut mulai terlihat di Indonesia. Berdasarkan IBM CEO Study 2026, sebanyak 90% CEO di Indonesia telah mengintegrasikan AI ke berbagai alur kerja perusahaan. Selain itu, 80% CEO menilai AI telah mengubah cara perusahaan mendefinisikan inti bisnis mereka, sementara 65% mengaku nyaman mengambil keputusan strategis berdasarkan insight yang dihasilkan AI. Seiring meningkatnya adopsi AI, perusahaan juga mulai menghadapi tantangan baru terkait tata kelola data, keamanan, hingga integrasi teknologi ke dalam proses bisnis inti. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menilai kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi faktor penting untuk mempercepat implementasi AI yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Menurut Nezar, Indonesia saat ini tengah menyusun peta jalan kecerdasan buatan nasional yang bertujuan membangun ekosistem AI yang etis dan bertanggung jawab sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. "Kolaborasi seperti ini penting untuk mendorong implementasi dan inovasi AI yang lebih nyata di Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan AI global," kata Nezar.
Baca Juga: Win&Co Group Gandeng IBM Consulting dan SAP, Percepat Transformasi Digital Di sisi korporasi, pemanfaatan AI juga mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Executive Vice President Bank Central Asia (BCA), Jayaprawirya Diah mengatakan pemanfaatan teknologi IBM membantu perusahaan memperoleh insight bisnis yang lebih mendalam serta meningkatkan efektivitas operasional. Salah satu inovasi yang diperkenalkan IBM adalah IBM Bob, platform pengembangan perangkat lunak berbasis Agentic AI yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan. Platform tersebut mampu mengoordinasikan berbagai model AI dan secara otomatis memilih model yang paling sesuai berdasarkan kebutuhan biaya, kinerja, dan keamanan. IBM mengklaim platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 80.000 karyawannya secara global dan mampu meningkatkan produktivitas rata-rata hingga 45%.
Selain itu, IBM juga memperkenalkan IBM Sovereign Core, platform yang dirancang untuk membantu perusahaan dan instansi pemerintah mengelola aspek keamanan, kepatuhan, tata kelola data, serta operasional AI dalam satu sistem terintegrasi. Menurut IBM, kebutuhan terhadap solusi semacam itu diperkirakan akan terus meningkat seiring semakin banyak perusahaan yang mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis utama mereka.
Baca Juga: IBM Petakan 5 Tren AI Hingga Belanja Teknologi Global Melonjak Hingga US$ 66 Miliar Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News