IBM ASEAN Blak-Blakan Soal Tantangan Bisnis AI di Indonesia



KONTAN.CO,ID - JAKARTA. Saat ini teknologi digital Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tengah digadang-gadang bisa berkembang di Indonesia. Maka itu, sejumlah tantangan pun harus bisa diatasi demi pengembangan AI.

General Manager dan Technology Leader, IBM ASEAN, Catherine Lian menjelaskan sejumlah tantangan yang harus dihadapi sebagai pihak perusahaan teknologi dan kosultan multinasional. Menurutnya, salah satu tantangannya yakni keterampilan bakat atau talent skills.

Catherine menyebut keterampilan bakat di bidang teknologi menjadi salah satu perhatian khusus.


"Tantangan di Indonesia nomor satu, saya terus melihat bahwa ketrampilan bakat (talent skills) adalah sesuatu yang harus kita semua perhatikan," ujar Catherine Lian di Kantor IBM Indonesia, Jakarta pada Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: IBM:AI Dorong Modernisasi Utilitas Asia Tenggara demi Capai Target Energi Bersih 2030

Catherine menyebutkan ketrampilan bakat di bidang teknologi juga perlu berkolaborasi antara swasta dengan publik. Tujuannya, agar bisa menciptakan sumber daya yang memadai.

"Karena jika Anda tidak memiliki bakat dan keterampilan, tidak peduli seberapa banyak teknologi yang Anda masukkan ke dalam negara, itu tidak akan dapat mencapai apa yang kita cari," ucap dia.

Pun, tantangan keduanya adalah pemerintah mesti memiliki kebijakan yang konsisten untuk pengembangan teknologi buatan.

"Kebijakan yang juga mendukung perusahaan untuk dapat mengadopsi AI, dan kebijakan yang akan konsisten memberikan manfaat bagi mereka sebagai pengguna AI dan sebagai hasil dari ekonomi sosial," kata Catherine.

Baca Juga: Win&Co Group Gandeng IBM Consulting dan SAP, Percepat Transformasi Digital

Tantangan yang ketiga adalah infrastruktur. Catherine menyebutkan bahwa pemerintah juga mesti mendorong infrastruktur.

Sebab, jika infrastruktur tidak didorong oleh pemerintah maka jaringan hingga akses telekomunikasi tidak bisa berjalan dengan lancar.

"Latensi, jaringan, dan juga akses mudah ke telekomunikasi akan menjadi fondasi pertama bagi kita untuk kemudian dapat merasakan suntikan investasi AI di negara ini," bebernya.

Dengan adanya sejumlah tantangan ini, Catherine menilai prospek Indonesia sangat besar di ASEAN. Maka itu, IBM menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai pertumbuhan paling cepat.

Baca Juga: IBM Petakan 5 Tren AI Hingga Belanja Teknologi Global Melonjak Hingga US$ 66 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: