KONTAN.CO.ID - JAKARTA. IBM Indonesia memperkuat ekosistem developer teknologi informasi (TI) untuk mendorong percepatan adopsi
artificial intelligence (AI) di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan di tengah kebutuhan pengembangan talenta dan kapabilitas digital untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional. Penguatan ekosistem ini mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Direktur Ekosistem Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Emerging, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Said Mirza Pahlevi mengatakan, ekosistem digital yang kuat menjadi faktor penting untuk mewujudkan ambisi digital Indonesia. “Ekosistem digital yang kuat merupakan hal penting bagi ambisi digital Indonesia. Kolaborasi menjadi kunci untuk mengubah ambisi menjadi dampak nyata. Kolaborasi dengan IBM bukan hanya tentang memajukan teknologi, tetapi juga tentang mengembangkan talenta, memperkuat kapabilitas, dan memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata Said dalam IBM Indonesia Builders Day 2026, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Produksi Minyak Hingga Juli di Bawah Target APBN, Baru Capai 578.156 Barel per Hari Menurut Said, kolaborasi antara pemerintah, industri dan komunitas diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan peluang sekaligus memperkuat ketahanan digital nasional. “Dengan mempertemukan pemerintah, industri, dan komunitas, kita dapat membangun masa depan digital di mana inovasi menciptakan peluang dan ketahanan, serta memastikan tidak ada yang tertinggal,” lanjutnya. Sejalan dengan hal tersebut, IBM Indonesia melihat developer TI memiliki peran penting dalam mendorong pemanfaatan AI di dunia bisnis. Developer tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan mengembangkan solusi yang dapat meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru.
Managing Director IBM Indonesia Juvanus Tjandra mengatakan, percepatan adopsi AI membuat kebutuhan terhadap kemampuan developer semakin besar. “Seiring percepatan adopsi AI oleh banyak organisasi, developer TI berada di garis depan dalam mengubah inovasi menjadi produktivitas, nilai bisnis, dan pertumbuhan ekonomi. Dengan agentic AI, mereka dapat bergerak lebih cepat, menyelesaikan tantangan yang lebih kompleks, dan membangun solusi transformatif dalam skala besar,” ujar Juvanus. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, IBM memperkenalkan IBM Bob, platform pengembangan berbasis agentic AI yang mengintegrasikan AI dalam berbagai tahapan pengembangan perangkat lunak. IBM menyebut platform tersebut dapat membantu developer mulai dari tahap perencanaan, penulisan kode, pengujian, penerapan hingga modernisasi aplikasi. Pemanfaatan IBM Bob juga diklaim dapat memangkas waktu migrasi dari hitungan bulan menjadi hitungan hari serta meningkatkan produktivitas hingga 45%. Dalam IBM Indonesia Builders Day 2026, IBM turut memperkenalkan Bob 2.0 atau Bob Anywhere. Versi terbaru ini menggunakan arsitektur multi-agen untuk membantu
developer mengotomatisasi pekerjaan yang kompleks dan mempercepat proses pengembangan perangkat lunak. Namun, IBM menilai penerapan AI dalam pengembangan perangkat lunak tidak hanya berkaitan dengan kecepatan. Aspek keamanan, tata kelola dan kontrol tetap diperlukan, khususnya bagi perusahaan yang memiliki lingkungan teknologi informasi yang kompleks. “IBM Bob dirancang untuk mendukung perjalanan ini dengan memberikan developer akses terhadap teknologi AI, pembelajaran praktis, dan ekosistem kolaboratif yang mendorong mereka untuk berinovasi dengan percaya diri,” ujar Juvanus. Selain pengembangan platform, IBM juga memperkuat pengembangan kompetensi developer melalui pendekatan
Agentic Software Development Lifecycle (SDLC). Pendekatan ini memungkinkan agen berbasis AI membantu berbagai tahapan pengembangan perangkat lunak, mulai dari desain dan coding hingga pengujian, keamanan dan deployment.
Adapun, penguatan ekosistem developer menjadi semakin relevan seiring besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. IBM mencatat nilai ekonomi digital Indonesia telah mendekati US$ 130 miliar dan kebutuhan talenta digital diperkirakan mencapai sedikitnya 9 juta orang pada 2030. Melalui IBM Indonesia Builders Day 2026, IBM mempertemukan pemerintah, industri, akademisi dan komunitas teknologi untuk mendorong pengembangan keterampilan dan pemanfaatan AI. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada
developer dan
engineer untuk mencoba teknologi melalui TechZone dan
hands-on coaching clinics.
Baca Juga: Sepanjang 2026, BPDP Menyalurkan Rp 606 Miliar untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News