Ibris Nickel & Yong-Xing Alloy bangun smelter



JAKARTA. Ibris Nickel Pte. Ltd menandatangani nota kesepahaman atawa memorandum of understanding (MoU) dengan Yong-Xing Alloy Materials Technology Taizhou Co. Ltd pada Rabu (19/6) siang.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk pembangunan unit pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan produk akhir berupa Nickel Pig Iron (NPI) di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Arwan Ahimsa, Direktur dan CEO Ibris Nickel mengatakan, investasi yang disiapkan mencapai US$ 1,8 miliar.

"Sekarang, kami akan membangun dua train sebagai pilot project, secara total smelter yang akan kami bangun berjumlah 40 train," kata dia usai mengikuti penandatanganan MoU. Nantinya, smelter tersebut akan membutuhkan bahan baku bijih nikel sebanyak 6 juta ton sampai 8 juta ton per tahun. Hasilnya, berupa produk NPI berkadar Ni 8% sebanyak 600.000 ton per tahun. Rencananya dua train pilot project akan rampung pada awal tahun depan, sedangkan sisanya akan selesai pada 2016 mendatang. Adapun produk NPI yang diproduksi smelter seluruhnya akan diekspor ke Yong-Xing Alloy, China, dan akan diolah kembali menjadi produk feronikel. Menurut Arwan, pasokan bahan baku sebagian besar akan diperoleh dari anak usahanya PT Stargate Pasific Resources sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) bijih nikel. Dia bilang, Stargate akan mampu menyuplai pasokan bijih nikel sebanyak 4 juta ton per tahun, sedangkan sisanya akan diperoleh dengan kerjasama dengan IUP di daerah setempat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News