ICE Tembak Pria yang Diduga Coba Tabrak Petugas di California AS



KONTAN.CO.ID - Petugas U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) menembak dan melukai seorang pria di California Utara pada Selasa (7/4/2026) setelah ia diduga mencoba menabrak salah satu petugas menggunakan mobilnya.

Pria tersebut dilarikan ke rumah sakit, sementara Federal Bureau of Investigation (FBI) turun ke lokasi kejadian, menurut pernyataan Direktur sementara ICE, Todd Lyons dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Bursa Australia Naik 2% Rabu (8/4) Pagi, Gencatan Senjata Iran Picu Sentimen Risk-On


Insiden ini terjadi di tengah sorotan terhadap penegakan hukum imigrasi selama pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya memicu kontroversi, termasuk kasus penembakan warga sipil di Minneapolis awal tahun ini serta insiden serupa yang kemudian diperdebatkan berdasarkan bukti baru.

Menurut Lyons, pria yang dicurigai sebagai anggota geng tersebut “menjadikan kendaraannya sebagai senjata” saat petugas mendekati mobilnya.

“Petugas kemudian melepaskan tembakan defensif untuk melindungi diri mereka, rekan, dan masyarakat,” ujarnya.

ICE menyebut tersangka merupakan warga El Salvador yang berada di AS secara ilegal dan sedang dicari untuk dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan.

Insiden terjadi di Patterson, kota pertanian berpenduduk sekitar 25.000 orang di Lembah San Joaquin, sekitar 145 km tenggara San Francisco.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terjun Bebas: Brent & WTI Anjlok ke Bawah US$ 100 Pagi Ini (8/4)

Rekaman Dashcam Ungkap Kronologi

Rekaman dashcam yang ditayangkan stasiun televisi KCRA menunjukkan tiga petugas mengelilingi mobil yang berhenti di pinggir jalan raya. Salah satu petugas terlihat mencoba membuka pintu kendaraan.

Pengemudi kemudian mundur dan menabrak mobil di belakangnya, sebelum melaju ke arah petugas yang sudah mengarahkan senjata.

Salah satu petugas berhasil menghindar saat mobil berbelok ke arahnya, sebelum kendaraan tersebut melintasi pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan.

Tidak ada audio dalam rekaman tersebut, sehingga tidak dapat dipastikan kapan dan berapa kali tembakan dilepaskan.

Baca Juga: Nikkei Jepang Melonjak 4% Rabu (8/4) Pagi, Minyak Turun Usai Sinyal Gencatan Senjata

Sorotan terhadap Penegakan Hukum

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sebelumnya menyatakan bahwa petugas ICE menghadapi 66 serangan menggunakan kendaraan pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump, meningkat tajam dari dua kasus pada tahun sebelumnya.

Namun, sejumlah laporan resmi atas insiden serupa sebelumnya dipertanyakan setelah muncul bukti tambahan, termasuk rekaman video dan kesaksian saksi.

Kasus penembakan di Chicago pada September dan insiden kematian Renee Good di Minneapolis juga menjadi sorotan, karena versi awal pemerintah tidak sepenuhnya sejalan dengan bukti yang kemudian terungkap.