ICM Ungkap Tren Baru Property Management, Tak Lagi Sekadar Kelola Aset



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pengelolaan properti terus menghadapi perubahan kebutuhan penghuni dan pemilik aset. Kondisi ini mendorong perusahaan property management untuk tidak hanya berfokus pada operasional dan pemeliharaan aset, tetapi juga meningkatkan pengalaman penghuni serta menerapkan prinsip keberlanjutan.

Chief Executive Officer Inner City Management (ICM) Krisdiarto Adi Pranoto mengatakan, perkembangan kebutuhan penghuni membuat peran perusahaan pengelola properti semakin luas. Menurutnya, pengelolaan properti perlu mencakup aspek lingkungan, sosial, hingga pembangunan komunitas di dalam kawasan.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi atas konsistensi ICM dalam memberikan layanan pengelolaan properti. Di saat yang sama, ini menjadi validasi bahwa pendekatan yang kami kembangkan relevan dengan perubahan ekspektasi penghuni dan pengguna properti yang semakin memperhatikan kualitas pengalaman, lingkungan, dan komunitas," ujar Krisdiarto dalam keterangannya, Jumat (4/9).


Baca Juga: KAI Catat Pertumbuhan Pelanggan Lebih dari 7% hingga Agustus 2026

Dari sisi lingkungan, ICM menerapkan sejumlah pendekatan sustainability pada properti yang dikelolanya. Salah satunya melalui fasilitas pengolahan sampah dan limbah. Sejumlah site kelolaan ICM telah menggunakan sistem pengelolaan sampah terpadu.

ICM juga mengelola sekitar 10,25 juta liter air limbah domestik setiap hari melalui sistem Sewage Treatment Plant (STP) di berbagai kawasan properti yang dikelolanya.

Sementara dari sisi sosial, ICM bersama Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPRS) membangun berbagai komunitas bagi penghuni. Komunitas tersebut mencakup berbagai kegiatan olahraga, seperti tenis meja, basket, dan catur, hingga kegiatan kesenian dan budaya.

Menurut Krisdiarto, keberadaan komunitas tersebut dapat mendorong interaksi dan kolaborasi antar penghuni di dalam kawasan properti.

"Operasional yang optimal tetap menjadi fokus utama. Namun, property management ke depan harus terus menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi penghuni, membangun komunitas yang positif, dan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan. Ketiga aspek ini menjadi bagian dari pendekatan ICM dalam memberikan value yang lebih luas," lanjutnya.

Krisdiarto menambahkan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya ICM meningkatkan standar pengelolaan properti di seluruh portofolionya. Menurut dia, keberhasilan pengelolaan properti tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai berkelanjutan bagi penghuni, pemilik aset, dan komunitas.

Baca Juga: Brantas Abipraya Rampingkan Anak Usaha, Modal GIB Naik Jadi Rp194,2 Miliar

Adapun pendekatan tersebut turut mendapat pengakuan dalam ajang 20th Annual Indonesia Property & Bank Award (IPBA) 2026 yang diselenggarakan Journalist Media Network (JMN). ICM meraih penghargaan "Top Nasional Property Management Company".

Dalam proses penilaian, dewan juri mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kualitas layanan, perkembangan bisnis, serta cakupan properti yang dikelola ICM. Penilaian juga dilakukan melalui peninjauan terhadap sejumlah apartemen yang berada dalam pengelolaan ICM.

Saat ini, ICM mengelola lebih dari 35 site apartemen di berbagai wilayah Indonesia. Portofolio tersebut antara lain Apartemen Kalibata City, Apartemen Gading Mediterania Residences, Apartemen Madison Park, dan Apartemen Green Bay Pluit di Jakarta.

Selain itu, ICM mengelola Apartemen Podomoro City Deli di Medan dan Apartemen Parahyangan Residences di Bandung. ICM juga menjadi konsultan pengelola untuk sejumlah rumah tapak (landed house) dan pusat perbelanjaan.

"Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan properti di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa setiap properti yang kami kelola tidak hanya terjaga secara operasional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang nyaman, membangun komunitas, dan menciptakan nilai dalam jangka panjang," tutup Krisdiarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News