KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana mengubah asumsi dasar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 meskipun ketegangan geopolitik global meningkat akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Menurut Purbaya, hingga saat ini harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) masih berada di bawah asumsi dasar US$ 70 per barel sehingga belum memberikan tekanan signifikan terhadap asumsi dasar APBN. “Sebelumnya banyak pertanyaan apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya. Belum, karena sampai kemarin rata-rata ICP masih sekitar US$ 68. Artinya posisi kita masih cukup baik,” ujar Purbaya dalam konfrensi pers APBN KiTa Edisi Maret, Rabu (11/3/2026). Sebagai informasi, pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 sebesar US$ 68,79 per barel. Angka ini naik US$ 4,38 dibandingkan Januari 2026 yang berada di level US$ 64,41 per barel.
ICP Masih di Bawah US$70, Pemerintah Belum Berencana Ubah Asumsi APBN 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana mengubah asumsi dasar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 meskipun ketegangan geopolitik global meningkat akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Menurut Purbaya, hingga saat ini harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) masih berada di bawah asumsi dasar US$ 70 per barel sehingga belum memberikan tekanan signifikan terhadap asumsi dasar APBN. “Sebelumnya banyak pertanyaan apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya. Belum, karena sampai kemarin rata-rata ICP masih sekitar US$ 68. Artinya posisi kita masih cukup baik,” ujar Purbaya dalam konfrensi pers APBN KiTa Edisi Maret, Rabu (11/3/2026). Sebagai informasi, pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 sebesar US$ 68,79 per barel. Angka ini naik US$ 4,38 dibandingkan Januari 2026 yang berada di level US$ 64,41 per barel.
TAG: