ICT Institute: Ketidakpastian Global Tekan Industri Modal Ventura



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketidakpastian global berpotensi turut membayangi kinerja industri modal ventura pada 2026.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, gejolak ekonomi dan geopolitik berpotensi menekan pergerakan investasi.

“Menurut saya, ketidakpastian global berpotensi menekan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (2/3/26).


Ia menjelaskan, tekanan dapat terjadi melalui volatilitas pasar keuangan, kenaikan biaya modal, serta pelemahan likuiditas global.

Baca Juga: Transmisi BI Rate Tersendat, Bunga Kredit Baru Turun 40 Bps

Konflik Timur Tengah yang memanas juga berisiko mendorong kenaikan harga energi dan inflasi, yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan suku bunga.

Dari sisi investor, kondisi tersebut membuat pendekatan investasi menjadi lebih konservatif. Proses penggalangan dana (fundraising) dan aksi keluar (exit) pun cenderung melambat.

Bergerak Moderat, Lebih Selektif

Meski demikian, Heru menganggap dampaknya tidak bersifat langsung karena karakter industri modal ventura yang berorientasi jangka panjang.

Memasuki awal 2026, industri diperkirakan bergerak lebih moderat ketimbang ekspansi agresif.

Fokus investor kini lebih tertuju pada kualitas portofolio dan fundamental bisnis.

Baca Juga: Konflik Iran vs Israel-AS Memanas, Asuransi Maritim Cabut Perlindungan Risiko Perang

“Industri cenderung bergerak moderat,” tegasnya.

Investor disebut semakin selektif, terutama terhadap startup yang memiliki jalur profitabilitas jelas.

Tren pendanaan pun dinilai lebih rasional dibanding periode 2021–2022 yang diwarnai euforia investasi.

Sektor Potensial dan Strategi Bertahan

Heru melihat, peluang tetap terbuka, khususnya pada sektor teknologi finansial berbasis inklusi, kesehatan digital, agritech, energi terbarukan, serta solusi kecerdasan buatan (AI) untuk produktivitas.

Selain itu, sektor yang terkait kebutuhan dasar dan efisiensi dinilai lebih tahan terhadap gejolak global.

Baca Juga: BTN Targetkan Transaksi Digital Naik 15% di Ramadan, Bale by BTN Jadi Andalan

Situasi geopolitik juga dinilai mendorong minat pada sektor ketahanan pangan, logistik, dan teknologi.

Ke depan, pelaku industri diimbau memperkuat disiplin investasi dengan menitikberatkan pada fundamental bisnis, arus kas, dan efisiensi operasional.

Diversifikasi sektor dan sumber pendanaan juga menjadi kunci agar tidak bergantung pada investor global tertentu.

Langkah lain yang bisa ditempuh antara lain memperpanjang runway, menjalin kolaborasi dengan investor strategis, serta mempertimbangkan opsi exit alternatif seperti secondary sale dan merger guna menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News