KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform securities crowdfunding (SCF) Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) mencatatkan akumulasi penghimpunan dana sebesar Rp 235,7 miliar dari 27.000 pemodal hingga Oktober 2026. Capaian ini diperoleh dari 47 penerbit efek yang berasal dari berbagai sektor, antara lain properti, F&B, dan jasa. Menanggapi pengetatan seleksi pada industri urun dana, Co-Founder dan Chief Operating Officer ICX Gunawan Aldy menilai dalam jangka pendek pertumbuhan jumlah penerbit bisa lebih terukur. Meski begitu, ia menekankan hal ini bukan menjadi perlambatan dan menjadi salah satu upaya untuk penyehatan industri.
Baca Juga: OJK Serahkan Tambahan Informasi Aliran Dana Perkara DSI ke Bareskrim Polri “Di ICX, seleksi penerbit sejak awal kami lakukan secara berlapis, mulai dari analisis legalitas perusahaan, kelayakan usaha, kualitas laporan keuangan, hingga profil manajemen,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (30/10/2026). Menurut Gunawan, pengetatan seleksi, baik dari regulator maupun internal, membuat penerbit yang masuk lebih siap dan risiko gagal bayar bagi pemodal lebih kecil. Sebab bagi ICX, kualitas penerbit menentukan kepercayaan Pemodal, dan kepercayaan itu menjadi fondasi pertumbuhan industri urun dana (
Securities Crowdfunding/SCF) dalam jangka panjang. Jumlah Penerbit yang lebih sedikit tetapi berkualitas lebih baik. “Bagi kami, pertumbuhan yang berkualitas lebih penting daripada sekadar jumlah,” jelasnya. Di sisi lain, tekanan daya beli yang lesu tidak membuat UMKM membutuhkan alternatif pendanaan di luar perbankan. Hal ini dikarenakan banyak pelaku usaha yang bisnisnya layak dan bertumbuh tetap kesulitan memenuhi persyaratan agunan dan administrasi kredit bank. Gunawan bilang melalui urun dana UMKM mendapatkan akses permodalan yang lebih fleksibel. Meski demikian, ia juga mencermati adanya pergeseran sikap dari para pelaku usaha. “UMKM kini lebih selektif dan cermat menghitung kebutuhan modal, kesiapan memberikan keuntungan atau membayar imbal hasil kepada Pemodal, serta kesiapan tata kelola perusahaan. Kami melihat minat tetap ada, terutama dari usaha di sektor yang permintaannya stabil. Peran kami adalah mendampingi UMKM agar siap sebelum listing pada platform ICX,” tuturnya.
Baca Juga: Kinerja Maybank Indonesia Makin Solid, Laba Sebelum Pajak Capai Rp1,43 Triliun Hingga akhir tahun, ICX memproyeksikan potensi penghimpunan dana dapat mencapai Rp5,6 miliar, atau tumbuh sekitar 243%, dengan asumsi kondisi makro tidak mengalami tekanan yang signifikan pada kuartal IV. Untuk mencapai target tersebut, akan fokus pada pertumbuhan yang sehat, dengan seleksi calon penerbit yang lebih ketat, serta penerbit yang telah melakukan urun dana di ICX telah memenuhi kewajibannya sesuai POJK Nomor 17 Tahun 2025 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Oleh karena itu, Gunawan mengatakan strategi yang ICX siapkan antara lain
dengan melakukan seleksi penerbit dengan model bisnis yang jelas, arus kas yang terukur, dan tata kelola yang baik, menjaga keterbukaan informasi dan memantau kinerja serta kewajiban penerbit kepada pemodal secara berkala, mengedukasi pemodal tentang risiko dan karakteristik efek urun dana agar keputusan investasi lebih terinformasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News