ICX Nilai Prospek Bisnis Urun Dana Masih Cerah pada Tahun 2026 Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ICX bangun Indonesia (ICX) menilai prospek bisnis industri urun dana atau securities crowdfunding masih cerah tahun ini.

Direktur Operasional ICX Gunawan Aldy mengatakan hal itu disebabkan urun dana dapat menjadi alternatif pendanaan bagi sektor riil, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

"Adapun sektor yang memiliki underlying asset jelas dan arus kas stabil, seperti properti produktif dan usaha berbasis aset, masih menjadi yang paling menjanjikan dalam kondisi saat ini," katanya kepada Kontan, Kamis (9/4).


Baca Juga: Securities Crowdfunding Urun-RI Salurkan Pendanaan Rp 2,1 Miliar pada Kuartal I-2026

Namun, Gunawan tak memungkiri terdapat juga tantangan yang akan menghadang bisnis urun dana tahun ini. Dia bilang tantangan utama tetap berada pada sisi kepercayaan dan likuiditas pasar. 

Gunawan mengatakan investor saat ini cenderung lebih selektif, sedangkan penerbit juga perlu menyesuaikan struktur bisnis agar lebih siap secara finansial dan operasional.

Secara keseluruhan, Gunawan melihat 2026 sebagai tahun penataan fondasi, dengan potensi pertumbuhan yang lebih kuat ketika kondisi pasar mulai membaik.

Mengenai kinerja, ICX mencatatkan total dana yang telah dihimpun sejak berdiri pada 2019 hingga akhir 2025 sebesar Rp 233 miliar. Gunawan merinci, jumlah penerbit aktif sebanyak 46 penerbit. "Adapun total pemodal aktif mencapai 24.538," ucapnya.

Baca Juga: Urun Dana Bizhare Terapkan Strategi Ini Guna Dorong Kinerja hingga Akhir 2026

Lebih lanjut, Gunawan menyampaikan pada kuartal I-2026, aktivitas pendanaan di ICX masih berada dalam fase konsolidasi. Dalam periode tersebut, dia bilang ICX belum melakukan penerbitan baru.

Namun, pada kuartal I-2026, Gunawan mengatakan terdapat 10 penerbit yang telah melakukan buyback dengan nilai Rp 41,29 miliar dan 1 penerbit melakukan delisting. Adapun 11 penerbit diperkirakan akan melakukan buyback dengan total nominal Rp 41,7 miliar sepanjang 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News